PADEK.JAWAPOS.COM— Stasiun Duku di Kabupaten Padangpariaman telah melayani 751.429 pelanggan sepanjang 2021 hingga Semester I 2026, sekaligus menjadi stasiun yang melayani seluruh kereta api penumpang di wilayah KAI Divre II Sumatera Barat.
Stasiun yang berada di Korong Duku, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, itu memiliki posisi strategis karena terhubung dengan perjalanan menuju Padang, Lubuk Alung, Pariaman, hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Peran Stasiun Duku semakin berkembang setelah jalur kereta api menuju BIM beroperasi sejak 2018. Pada 22 Maret 2019, KA Lembah Anai juga mulai berhenti di Stasiun Duku, melengkapi layanan KA Pariaman Ekspres yang sebelumnya telah melayani masyarakat.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat Reza Shahab mengatakan Stasiun Duku tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi menjadi bagian dari ekosistem mobilitas masyarakat.
“Stasiun Duku bukan hanya tempat naik dan turun penumpang, tetapi merupakan bagian dari ekosistem mobilitas masyarakat. Dengan melayani seluruh layanan kereta api penumpang di wilayah Divre II Sumatera Barat, didukung fasilitas yang memadai serta akses terhadap berbagai moda transportasi lanjutan, Stasiun Duku memiliki peran strategis dalam menghubungkan masyarakat dari dan menuju berbagai wilayah,” ujar Reza.
Menurutnya, layanan tersebut dimanfaatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai pelajar, mahasiswa, pekerja, wisatawan hingga masyarakat yang melakukan aktivitas perdagangan.
Terhubung dengan Berbagai Moda Transportasi
Dari sisi konektivitas, Stasiun Duku menyediakan akses perjalanan lanjutan melalui angkutan umum antarkota, angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), serta transportasi berbasis aplikasi atau angkutan online.
Ketersediaan moda lanjutan tersebut memberikan pilihan bagi pelanggan untuk meneruskan perjalanan sesuai tujuan setelah tiba di stasiun.
Untuk menunjang kenyamanan, Stasiun Duku dilengkapi ruang tunggu, ruang laktasi, area bermain anak, musala, area parkir, serta fasilitas pendukung lainnya.
Bangunan stasiun juga memadukan fungsi transportasi dengan identitas budaya Minangkabau melalui penggunaan bentuk atap gonjong.
Selain mendukung mobilitas, aktivitas penumpang di Stasiun Duku turut menciptakan pergerakan ekonomi di kawasan sekitar. Masyarakat dapat memanfaatkan akses transportasi tersebut untuk menunjang kegiatan usaha maupun perjalanan sehari-hari.
Reza mengajak pengguna jasa menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan fasilitas publik di lingkungan stasiun.
“Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar aturan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama, termasuk ketika berada di lingkungan stasiun maupun di sekitar jalur kereta api,” tambah Reza.(*)
Editor : Hendra Efison