PADEK.JAWAPOS.COM— Kenaikan harga cabai merah di pasar tradisional Bukittinggi dan Payakumbuh mulai memengaruhi pola belanja masyarakat. Pembeli kini mengurangi jumlah cabai yang dibeli untuk menyesuaikan dengan harga yang semakin tinggi.
Di Pasar Bawah Bukittinggi, harga cabai merah bertahan di angka Rp100 ribu per kilogram selama sekitar sepekan.
Harga tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Kenaikan harga membuat pedagang turut mengurangi jumlah cabai yang dibeli dari pemasok.
Salah seorang pedagang di Pasar Bawah kini hanya mengambil sekitar 5 hingga 10 kilogram cabai merah untuk dijual kembali.
Cabai merah tersebut didatangkan dari Pasar Padang Lua. Menurut pedagang, pasokan dari daerah lain yang masuk tidak banyak sehingga ketersediaan cabai di pasar terbatas.
Kondisi tanaman cabai juga disebut terdampak kemarau panjang yang terjadi sebelumnya.
Pasokan yang berkurang kemudian turut mendorong kenaikan harga di tingkat pasar.
Harga tinggi membuat masyarakat lebih selektif menentukan jumlah pembelian. Sebagian warga bahkan mulai beralih ke cabai hijau yang harganya lebih rendah.
Di Pasar Bawah, harga cabai hijau kini sekitar Rp50 ribu per kilogram. Sebelumnya, komoditas tersebut dijual sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.
Kondisi serupa terjadi di Pasar Tradisional Ibuh, Kota Payakumbuh. Pada Kamis (1/10), harga cabai merah mencapai Rp80 ribu per kilogram, sedangkan cabai hijau berada di angka Rp40 ribu per kilogram.
Pedagang cabai di Pasar Ibuh, Edi (47), mengatakan harga cabai merah yang biasanya berada di bawah Rp50 ribu per kilogram kini mencapai Rp80 ribu.
Cabai hijau yang sebelumnya dijual di bawah Rp20 ribu juga naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Menurut Edi, kenaikan harga dipengaruhi kondisi cuaca. Dampaknya terlihat pada jumlah pembelian masyarakat.
“Biasanya membeli seperempat kilogram, sekarang menjadi satu ons. Yang biasanya setengah kilogram, sekarang menjadi seperempat,” kata Edi.
Edi menyebut cabai merah yang dijualnya didatangkan dari Kerinci, sedangkan cabai hijau berasal dari wilayah Payakumbuh.
Pedagang lainnya, Kati (43), mengatakan harga cabai merah di lapaknya berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram. Sementara cabai hijau mencapai Rp45 ribu per kilogram.
Kati mengatakan kenaikan harga terjadi dalam sepekan terakhir. Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga. Pembeli pun cenderung mengurangi jumlah cabai yang dibeli.
Hal serupa disampaikan Eti (50). Menurutnya, kenaikan harga membuat masyarakat lebih mempertimbangkan jumlah pembelian dan memilih membeli cabai dalam jumlah lebih sedikit.
Kondisi di dua pasar tersebut menunjukkan kenaikan harga cabai tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga mengubah pola belanja masyarakat. Pembeli menyesuaikan jumlah pembelian atau memilih cabai dengan harga yang lebih terjangkau.(*)
Editor : Hendra Efison