DDII Sumbar Dorong Dakwah Tetap Relevan di Tengah Perubahan Zaman

Rommy Delfiano • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:08 WIB
DDII Sumbar memperkuat strategi dakwah di era digital, kemandirian ekonomi, kapasitas dai, hingga pembinaan masyarakat di Kepulauan Mentawai. (DOKUMENTASI DDII SUMBAR)
DDII Sumbar memperkuat strategi dakwah di era digital, kemandirian ekonomi, kapasitas dai, hingga pembinaan masyarakat di Kepulauan Mentawai. (DOKUMENTASI DDII SUMBAR)

PADEK.JAWAPOS.COM--Pergantian kepemimpinan di dalam organisasi tidak boleh menghentikan gerakan dakwah. Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) H. Fathurrahman Mahfudz saat membuka Rapat Kerja (Raker) DDII Provinsi Sumatera Barat di Ruang Pertemuan Yarsi Sumbar, Padang.

Fathurrahman menegaskan, keberlanjutan dakwah harus melampaui siapa pun yang memimpin organisasi. Menurutnya, pergantian pemimpin merupakan bagian dari dinamika organisasi, sementara gerakan dakwah harus terus berjalan.

“Jangan pernah kita berhenti tangan mendayung. Pemimpin bisa datang dan pergi, yang tidak berhenti adalah dakwah ilallah,” kata Fathurrahman saat membuka Raker DDII Sumbar.

Baca Juga: 3 Atlet Menembak Payakumbuh Siap Berlaga di Nomor Tembak Reaksi Porprov Sumbar

Raker tersebut diikuti sekitar 35 peserta, baik secara langsung maupun daring. Sejumlah pengurus DDII Pusat turut hadir, di antaranya Wakil Ketua Umum DDII Pusat Teten Romli dan Ahmad Misbahul Anam, Sekretaris Umum Dwi Budiman, serta jajaran pengurus DDII Sumbar.

Evaluasi Gerakan Dakwah di Tengah Perubahan Zaman

Fathurrahman menilai Raker DDII tidak semestinya hanya menjadi agenda rutin organisasi. Forum tersebut harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi kembali posisi, arah, dan relevansi gerakan dakwah DDII di tengah perubahan zaman.

Ia mengajak seluruh pengurus menjawab tiga pertanyaan mendasar dalam mengevaluasi perjalanan organisasi, yakni apa yang terlewat, apa yang baru, dan apa yang membedakan DDII dengan organisasi lainnya.

Baca Juga: Porprov Sumbar 2026: Payakumbuh Koleksi 97 Medali, 27 Emas

Menurut Fathurrahman, pertanyaan tersebut menjadi semakin penting seiring perubahan pola komunikasi masyarakat. Digitalisasi yang berkembang pesat membuat ruang dakwah semakin luas, tetapi sekaligus membutuhkan pendekatan dan strategi yang berbeda.

Karena itu, gerakan dakwah dinilai perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap mampu menjangkau masyarakat yang semakin banyak berinteraksi melalui ruang digital.

Raker DDII Sumbar diharapkan dapat menjadi momentum untuk menyusun program yang lebih adaptif terhadap perubahan tersebut. Program organisasi tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan pola lama, tetapi juga menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Padang dan 6 Kota Sumbar Hari Ini 8 Oktober 2026, Mayoritas Hujan Ringan

DDII Dorong Kemandirian Pembiayaan Dakwah

Selain membahas strategi dakwah, DDII juga memberikan perhatian terhadap penguatan fondasi ekonomi organisasi.

Fathurrahman mengungkapkan DDII Pusat akan melakukan pembenahan manajemen organisasi, termasuk mengoptimalkan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas), badan wakaf, serta unit-unit usaha Dewan Da’wah.

Upaya tersebut diarahkan untuk membangun sumber pembiayaan dakwah yang lebih berkelanjutan. Aset wakaf dan unit usaha diharapkan dapat dikelola secara produktif sehingga manfaatnya dapat kembali mendukung kegiatan dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Baca Juga: Gulat Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Dengan penguatan kemandirian ekonomi tersebut, keberlangsungan program dakwah diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan yang bersifat sementara.

Dakwah Tidak Sekadar Ceramah

Sementara itu, Ketua DDII Sumbar Prof. Efrinaldi menekankan pentingnya memastikan roda organisasi terus bergerak dan menghadirkan program yang nyata bagi masyarakat.

“Roda ini mesti berputar, mesti berdinamika,” ujar Efrinaldi.

Baca Juga: Pemko Padang Terapkan PoC Berbasis AI, Petakan Prioritas Rehabilitasi Pascabencana

Ia menilai dakwah tidak cukup hanya dilakukan melalui ceramah. Dakwah juga dapat diwujudkan melalui lisan, tulisan, keteladanan, serta tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dakwah itu merangkul, bukan memukul,” katanya.

Menurut Efrinaldi, prinsip dakwah bil hal tersebut sejalan dengan pesan dan pemikiran tokoh pendiri DDII, Mohammad Natsir. Implementasinya antara lain dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dan khitanan massal di Kabupaten Dharmasraya bersama Yarsi Sumbar.

Baca Juga: Pemko Padang Terapkan PoC Berbasis AI, Petakan Prioritas Rehabilitasi Pascabencana

DDII Sumbar juga mendorong penguatan gerakan dakwah hingga tingkat kabupaten dan kota. Wilayah tersebut dinilai menjadi lini yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.

Karena itu, kepengurusan yang aktif, program yang terarah, serta peningkatan kapasitas dai dan kader menjadi bagian penting yang perlu diperkuat.

Mentawai Jadi Perhatian Khusus

Salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penguatan gerakan dakwah DDII Sumbar adalah Kepulauan Mentawai.

Baca Juga: Gulat Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Sebagai wilayah kepulauan, Mentawai dinilai membutuhkan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kebutuhan tersebut mencakup ketersediaan dai, pendidikan, hingga pendampingan sosial dan ekonomi masyarakat.

Pendekatan dakwah di Mentawai juga ditekankan perlu dilakukan secara santun dengan menghormati kearifan lokal dan menjaga kerukunan antarumat beragama.

Dengan pendekatan tersebut, dakwah diharapkan dapat hadir sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat tanpa mengabaikan karakter sosial dan budaya setempat.

Baca Juga: 9 Emas Diborong, Padangpariaman Juara Umum Arung Jeram Porprov XVI

Buka Peluang Kerja Sama Internasional

Di sisi lain, DDII juga melihat peluang memperluas kerja sama dakwah hingga tingkat internasional.

Fathurrahman mengungkapkan, DDII mendapat undangan dari Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pada akhir bulan sebelumnya. Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Perdana Menteri Malaysia.

Menurut Fathurrahman, DDII dan ABIM memiliki akar inspirasi yang sama dari pemikiran Mohammad Natsir.

Baca Juga: Bola Tangan Porprov Sumbar 2026 Sengit, Padang dan Padang Pariaman Berebut Tiket Semifinal

Hubungan historis dan kedekatan antara Malaysia dengan Sumatera Barat juga dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama dalam bidang dakwah dan kegiatan sosial yang lebih luas.

Pada akhirnya, tantangan DDII bukan hanya mempertahankan keberadaan organisasi, tetapi memastikan gerakan dakwah tetap relevan dengan perkembangan masyarakat.

Dari penguatan strategi digital, kemandirian ekonomi, peningkatan kapasitas dai dan kader, hingga pengembangan dakwah di wilayah seperti Kepulauan Mentawai, DDII Sumbar diarahkan untuk terus menghadirkan gerakan yang mampu menjawab kebutuhan umat.

Baca Juga: Kota Padang Pimpin Klasemen Atletik Porprov XVI Sumbar Hari Pertama, Koleksi 2 Emas

Pesan utama Raker tersebut pun kembali pada keberlanjutan gerakan: siapa pun yang memimpin organisasi, dakwah diharapkan tetap berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat. (rdo)

Editor : Adetio Purtama
DDII Sumbar strategi dakwah perubahan zaman