Jalan Ambruk Limapuluh Kota Ditutup Total Usai Ibu dan Anak Terperosok

Harizatul Ismi • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 21:34 WIB
Kondisi badan jalan ambruk di Jalan Lurus Sawah Bandang, Tanjung Pati, Limapuluh Kota, yang kini ditutup total untuk keselamatan warga.
Kondisi badan jalan ambruk di Jalan Lurus Sawah Bandang, Tanjung Pati, Limapuluh Kota, yang kini ditutup total untuk keselamatan warga.

PADEK.JAWAPOS.COM— Jalan ambruk Limapuluh Kota di Jalan Lurus Sawah Bandang, Tanjung Pati, ditutup total setelah seorang ibu bersama anaknya mengalami kecelakaan saat melintasi lokasi, Rabu (7/10/2026) malam.

Pemkab Limapuluh Kota menggelar rapat lapangan di lokasi pada Kamis (8/10/2026) untuk menentukan penanganan teknis dan memastikan keselamatan masyarakat.

Rapat tersebut melibatkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, camat, BPN, Babinsa, BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas PUPR Kabupaten Limapuluh Kota, pemerintah nagari, jorong, serta masyarakat setempat.

Keputusan rapat menetapkan akses jalan ditutup total untuk mencegah kecelakaan kembali terjadi. Sebelumnya, pemerintah memasang garis polisi, kayu pembatas, dan rambu peringatan sejak Senin (5/10) sore.

Jalan ambruk Limapuluh Kota sebabkan ibu dan anak terperosok

Sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu (7/10), seorang ibu bersama anaknya tetap memasuki jalur tersebut menggunakan sepeda motor. Keduanya datang dari arah Mungka menuju Harau untuk menjemput suaminya.

Warga setempat, Zulfadri (44), mengatakan sepeda motor masuk ke bagian jalan yang ambruk hingga ibu dan anak tersebut terjatuh. Teriakan ibu itu membuat warga sekitar datang memberikan pertolongan.

Ibu tersebut mengalami luka pada bagian wajah, sedangkan anaknya mengalami luka pada bagian pipi. Keduanya kemudian dibawa ke RS Ibnu Sina karena puskesmas setempat tidak dapat menangani kondisi mereka pada malam hari.

BPBD bersama warga mengevakuasi sepeda motor korban menggunakan tali. Peristiwa itu kemudian mendorong Pemkab Limapuluh Kota mempercepat penanganan lokasi.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Alfian mengatakan pemerintah sebelumnya mengimbau masyarakat menggunakan jalur alternatif.

“Jalan ini sebelumnya sudah kita imbau untuk tidak dilalui dan masyarakat kita arahkan menggunakan jalur alternatif. Namun, karena imbauannya masih bersifat persuasif, belum ada penutupan fisik secara total. Untuk memastikan keselamatan masyarakat, sekarang kita sepakati akses ini ditutup total,” ujar Alfian.

Jalan ambruk Limapuluh Kota menunggu koordinasi BPJN

Alfian mengatakan Pemkab Limapuluh Kota akan mempercepat koordinasi dengan BPJN Sumatera Barat untuk menangani jalan tersebut.

“Selanjutnya, kita akan mempercepat penanganan bersama BPJN Sumatera Barat agar akses masyarakat bisa kembali normal,” lanjutnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Limapuluh Kota Ririyanto mengatakan hasil rapat lapangan akan menjadi dasar administrasi pengajuan penanganan kepada Balai Jalan.

“Itu akan kami jadikan dasar administrasi ke Balai Jalan. Dengan tidak adanya kesediaan anggaran di daerah. Jadi insyaallah untuk surat, kebetulan kawan-kawan di kantor sudah mempersiapkan konsepnya,” ujar Ririyanto.

Sekretaris BPBD Limapuluh Kota M. Farid Wijadi mengatakan pihaknya juga akan menyampaikan hasil rapat kepada BPJN Sumatera Barat pada hari yang sama.

“Kami dari BPBD akan coba menyurati hasil rapat tadi ke Balai Jalan untuk menangani jalan yang terban. Insyaallah pada hari ini kita tindak lanjuti ke Balai Jalan,” ujar Farid.

Farid menjelaskan, masyarakat masih memiliki jalur alternatif dengan tambahan waktu perjalanan sekitar lima hingga 10 menit dan jarak sekitar satu kilometer.

Karena akses alternatif masih tersedia, jalan ambruk tersebut belum masuk indikator kondisi tanggap darurat. Menurut Farid, status tanggap darurat baru dapat diterapkan jika kerusakan membuat masyarakat terisolir.

Jalan ambruk Limapuluh Kota butuh penanganan permanen

“Kenapa jalan ini tidak bisa dibuat bencana karena jarak tempuhnya selisih cuma 5 sampai 10 menit, kalau untuk kilometernya cuma satu kilometer. Kecuali akses jalan terisolir, baru kami TD,” jelasnya.

Farid mengatakan BPBD dan Pemkab Limapuluh Kota tetap mengikuti indikator dalam penetapan status tanggap darurat. Karena indikator belum terpenuhi, penanganan permanen diarahkan melalui koordinasi dengan BPJN Sumatera Barat.

“Kalau kita paksa jalan ini ke TD, indikatornya belum terpenuhi semuanya,” katanya.

Pengawas BPJN Sumatera Barat Dedi Rinaldi mengatakan lokasi membutuhkan penanganan permanen karena penanganan sementara tidak cukup jika badan jalan masih berpotensi kembali rusak.

BPJN Sumatera Barat masih menunggu surat dari BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Limapuluh Kota. Setelah surat diterima, tim teknis akan memeriksa lokasi untuk menentukan metode penanganan.

Bagian jalan yang terdampak memiliki panjang sekitar 35 meter, sedangkan kedalaman lubang akibat badan jalan ambruk mencapai sekitar 2,5 meter.

BPJN juga menyatakan kesediaan membantu penyelesaian persoalan tersebut. Namun, penanganan permanen membutuhkan dukungan anggaran pemerintah pusat melalui APBN karena jalan itu tidak masuk dalam perencanaan pendanaan awal.

Dengan penutupan total, masyarakat sementara menggunakan jalur alternatif hingga penanganan jalan menghasilkan akses yang kembali aman bagi warga.(mg8)

Editor : Hendra Efison
jalan ambruk Limapuluh Kota jalan Lurus Sawah Bandang Tanjung Pati jalan terban BPJN Sumatera Barat