Waspada! Bulan Baru Picu Pasang Air Laut, Pesisir Sumbar dan Mentawai Berpotensi Banjir Rob hingga 1

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 21:46 WIB

 

Ilustrasi banjir rob yang berpotensi terjadi di wilayah pesisir Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai. (Foto: Pexels)
Ilustrasi banjir rob yang berpotensi terjadi di wilayah pesisir Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai. (Foto: Pexels)

PADEK.JAWAPOS.COM— Banjir rob berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai pada 9-12 Oktober 2026. BMKG Maritim Teluk Bayur memperkirakan pasang maksimum mencapai 1,3 hingga 1,5 meter akibat fenomena Bulan Baru pada 10 Oktober.

Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur Sahat Mauli Pasaribu mengatakan Bulan Baru atau new moon merupakan fenomena astronomi biasa. Namun, kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan pasang air laut di wilayah pesisir.

“Bulan Baru pada 10 Oktober 2026 adalah peristiwa astronomi biasa, namun dapat menyebabkan pasang air laut,” ujar Sahat, Kamis (8/10/2026).

Pasang Air Laut Capai 1,5 Meter

Berdasarkan prakiraan BMKG Maritim Teluk Bayur, pasang maksimum selama periode 9-12 Oktober berada pada kisaran 1,3 hingga 1,5 meter. Puncak pasang diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB.

Selain pasang air laut, kondisi cuaca juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai masyarakat pesisir. Pada periode tersebut, perairan Sumatera Barat dan Mentawai berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai angin.

BMKG memperkirakan tinggi gelombang laut berada pada kisaran 0,50 hingga 1,50 meter. Sementara itu, kecepatan angin diprakirakan berkisar 2 hingga 15 knot.

Kombinasi pasang air laut akibat Bulan Baru dengan hujan berintensitas ringan hingga sedang berpotensi meningkatkan risiko banjir rob di sejumlah kawasan pesisir.

Enam Wilayah Berpotensi Terdampak

Wilayah yang berpotensi terdampak mencakup pesisir pantai Pasaman Barat, Agam, Padang, Padangpariaman, dan Pesisir Selatan, serta Kepulauan Mentawai.

BMKG Maritim Teluk Bayur mengategorikan potensi dampak banjir rob tersebut dalam kategori ringan. Meski demikian, kondisi pasang tetap perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas atau tinggal di kawasan tepi pantai.

Sahat mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi potensi tersebut. Namun, warga tetap perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi pasang air laut selama periode yang diprakirakan.

“Kami mengimbau masyarakat di tepi pantai agar tetap tenang, namun tetap waspada terhadap potensi banjir rob,” kata Sahat.

Potensi banjir rob diperkirakan berlangsung hingga 12 Oktober 2026. Masyarakat pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada waktu puncak pasang sekitar malam hari. (cc1)

Editor : Hendra Efison
Bulan Baru pesisir sumbar banjir rob Sumbar mentawai pasang air laut