PADEK.JAWAPOS.COM — Sekitar 69 orang yang disebut sebagai mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) dari berbagai daerah di Sumatera Barat mengikuti kegiatan transformasi ideologi menuju pemahaman Islam moderat atau wasathiyah di Rocky Hotel, Bukittinggi, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan bertema Transformasi Ideologi Jalan Menuju Wasathiyah: Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat itu difasilitasi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama pemerintah daerah dan sejumlah elemen masyarakat.
Kasatgaswil Sumbar Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Jim Brilliant Birnes, mengatakan perubahan ideologi membutuhkan proses berkelanjutan melalui pendekatan persuasif dan dialog.
Penguatan nilai kebangsaan serta pemahaman agama yang seimbang juga menjadi bagian dari proses tersebut.
Menurut Jim, konsep wasathiyah menekankan sikap moderat, adil, dan seimbang, sekaligus menghindari sikap ekstrem yang dapat mengganggu kerukunan dan persatuan.
Densus 88 Dorong Pendekatan Persuasif
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar, Mursalim, menilai kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan mencegah berkembangnya paham yang membenarkan kekerasan.
Ia menegaskan, negara perlu hadir melalui pendampingan dan pembinaan agar proses perubahan pemahaman dapat berjalan.
Menurutnya, paham yang membenarkan kekerasan dan terorisme merupakan persoalan serius yang berkaitan dengan keamanan, kemanusiaan, dan masa depan bangsa.
Salah seorang peserta, Ustaz Fathur Rabbani, yang merupakan mantan anggota JI Sumatera Barat, mengatakan proses perubahan pemahaman menuju wasathiyah telah berlangsung sekitar dua tahun.
Ia berharap kegiatan tersebut memperkuat pemahaman peserta sekaligus membantu mereka kembali berbaur dengan masyarakat.
“Harapan dengan adanya kegiatan ini, ini kan judulnya kan transformasi ideologi ya. Jadi dari ideologi yang dulunya kami itu keras, dulu kami itu menggunakan jalan-jalan yang keras, maka untuk saat ini kami bertransformasi ke ideologi yang wasathiyah atau pertengahan seperti itu,” kata Fathur.
Peserta Berharap Pembinaan Berlanjut
Fathur menyebut sekitar 90 persen anggota JI di Sumatera Barat telah mengikuti kegiatan tersebut, dengan jumlah peserta sekitar 69 orang.
Ia berharap pembinaan dan penyampaian pengetahuan terus berlanjut agar peserta semakin memahami pendekatan keagamaan yang moderat.
“Dengan adanya waktu terus proses, keilmuan, terus penyampaian terus-menerus, itu harapan kami untuk kawan-kawan ini semakin memahami, mendalami, dan cepat untuk kembali bergabung dengan masyarakat, bergabung dengan dakwah-dakwah yang lain, bergabung dengan organisasi-organisasi yang lain gitu, untuk berdakwah yang lebih moderat,” ujarnya.
Dukungan terhadap penguatan Islam moderat juga disampaikan Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Ismail Novel.
Ia menilai konsep wasathiyah sejalan dengan upaya membangun kehidupan beragama yang seimbang, merangkul berbagai unsur umat Islam, serta memperkuat komitmen terhadap Pancasila.
Diisi Pemutaran Film dan Diskusi
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pemutaran film Refleksi 1 Tahun Pembubaran Jamaah Islamiyah, pemaparan materi Rumah Wasathiyah, diskusi, tanya jawab, serta pembahasan bersama.
Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), LKAAM, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat, menjaga nilai kebangsaan, dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.(*)