PADEK.JAWAPOS.COM— PT Semen Padang menempatkan kemandirian masyarakat sebagai salah satu indikator penting keberhasilan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), bukan semata-mata pembangunan fasilitas atau penyaluran bantuan.
Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, program pemberdayaan perlu menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha, memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, dan menjaga lingkungan secara mandiri.
“Yang paling membuat kami puas bukan sekadar bangunan atau fasilitas yang sudah berdiri, tetapi melihat masyarakat menjadi mandiri, mampu berusaha sendiri, anak-anak bisa bersekolah dengan tenang, dan lingkungan mereka tetap terjaga,” ungkap Pri Gustari.
Menurutnya, perubahan dari masyarakat yang bergantung pada bantuan menjadi masyarakat yang mampu membantu diri sendiri merupakan salah satu gambaran dampak pemberdayaan yang ingin dicapai perusahaan.
Program CSR Tidak Berhenti pada Bantuan
Pri Gustari menegaskan, tanggung jawab sosial perusahaan bukan sekadar memenuhi kewajiban, melainkan bagian dari komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat.
“Bagi kami, CSR bukan sekadar menjalankan tanggung jawab sosial, tetapi merupakan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat, menciptakan kemandirian, dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.
Pendekatan tersebut menempatkan penguatan kapasitas masyarakat sebagai bagian penting dari pelaksanaan program sosial.
Manfaat program diharapkan tidak berhenti ketika bantuan diberikan atau pendampingan perusahaan berakhir.
Karena itu, evaluasi diperlukan untuk memastikan program tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pri Gustari menyebutkan, keberhasilan program dapat dilihat dari manfaat yang bertahan lama serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutannya.
“Keberhasilan itu kami lihat dari manfaat yang bertahan lama dan masyarakat yang ikut menjaganya sendiri,” tuturnya.
Kaliandra Merah, Konservasi Ikan Bilih, dan Pemberdayaan UMK
Dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan, PT Semen Padang juga telah memublikasikan sejumlah inisiatif, antara lain budidaya kaliandra merah, konservasi ikan bilih, serta pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK).
Budidaya kaliandra merah memiliki potensi untuk mendukung pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif.
Pengembangan tanaman ini relevan dengan upaya diversifikasi energi dan pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan, termasuk potensi mengurangi sebagian penggunaan batu bara.
Sementara itu, konservasi ikan bilih berkaitan dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati perairan Danau Singkarak.
Pelestarian ekosistem perairan penting untuk mempertahankan keseimbangan lingkungan sekaligus menjaga keberadaan spesies yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Di bidang ekonomi, pemberdayaan UMK menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, membuka peluang peningkatan pendapatan, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Dukungan terhadap usaha mikro dan kecil diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing serta memperkuat kemandirian ekonomi.
Namun, bahan yang tersedia belum memuat angka penerima manfaat atau capaian terukur dari masing-masing inisiatif tersebut.
Keberlanjutan Menjadi Fokus Evaluasi
PT Semen Padang memandang partisipasi masyarakat sebagai aspek penting agar manfaat program dapat terus berkembang.
Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mengambil peran dalam mempertahankan dan mengembangkan hasil program.
Pandangan tersebut sejalan dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Pelaksanaan program juga memerlukan evaluasi agar inisiatif yang dijalankan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Pri Gustari setelah PT Semen Padang menerima penghargaan Top CSR of the Year 2026 dari INFOBRAND.ID dan TRAS N CO Indonesia di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Ia menilai penghargaan tersebut sebagai dorongan untuk terus memperbaiki pelaksanaan program pemberdayaan dan meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat.
Bagi perusahaan, keberhasilan tanggung jawab sosial tidak hanya berkaitan dengan kegiatan yang terlaksana, tetapi juga manfaat yang dapat dipertahankan masyarakat dalam jangka panjang. (*)
Editor : Hendra Efison