PADEK.JAWAPOS.COM — Enam kabupaten dan kota menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Sumatera Barat 2028. KONI Sumbar akan membahas penyelenggaraan ajang tersebut dalam rapat kerja pada Desember 2026, termasuk menentukan pola tuan rumah yang akan diterapkan.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, mengatakan enam daerah yang masuk pendaftaran gelombang pertama ialah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Agam, Kota Padang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Pasaman Barat.
Kesempatan mengajukan diri masih terbuka bagi kabupaten dan kota lainnya. Karena itu, daftar tersebut belum menjadi keputusan akhir mengenai daerah yang akan menyelenggarakan Porprov 2028.
KONI Bahas Format Penyelenggaraan
Selain membahas kesiapan daerah, KONI Sumbar akan mengkaji format pelaksanaan Porprov XVII.
Ada dua pilihan yang menjadi bahan pembahasan, yakni mempertahankan sistem tuan rumah bersama seperti pada Porprov XVI 2026 atau menerapkan pola tuan rumah terbatas.
Hamdanus menyampaikan, KONI Sumbar akan berkoordinasi dengan gubernur, wakil gubernur, serta para pemangku kepentingan olahraga sebelum menentukan format penyelenggaraan.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov 2028. Keputusan mengenai format dan tuan rumah akan memengaruhi perencanaan penyelenggaraan kompetisi olahraga antarkabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Porprov XVI Sumbar 2026 berlangsung pada 2–14 Oktober dan melibatkan atlet dari 19 kabupaten dan kota.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, pertandingan tersebar di 12 kabupaten dan kota yang bertindak sebagai tuan rumah.
Pengalaman Porprov 2026 Jadi Bahan Pertimbangan
Wakil Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Edi Lumintang, mengapresiasi pelaksanaan Porprov XVI Sumbar yang melibatkan 12 kabupaten dan kota sebagai lokasi pertandingan.
Menurut Edi, sistem tuan rumah bersama menjadi terobosan yang layak dipertimbangkan provinsi lain saat menyelenggarakan kompetisi olahraga tingkat daerah.
Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menentukan pola penyelenggaraan Porprov berikutnya.
Namun, keputusan untuk mempertahankan sistem yang sama atau memilih tuan rumah terbatas masih menunggu pembahasan bersama para pemangku kepentingan.
Ketua Panitia Besar Porprov XVI Sumbar 2026, Editiawarman, juga menilai penyelenggaraan tahun ini masih menyisakan sejumlah kekurangan yang perlu dibahas.
Evaluasi diperlukan agar pelaksanaan Porprov mendatang lebih tertata, terutama dalam tata kelola kegiatan dan koordinasi antarpihak.
Hamdanus berharap pengalaman Porprov XVI menjadi bekal untuk menyiapkan kompetisi 2028 yang lebih baik.
Selain penyelenggaraan, peningkatan kualitas pembinaan atlet juga menjadi bagian penting agar olahraga Sumatera Barat mampu bersaing pada level yang lebih tinggi. (*)
Editor : Hendra Efison