Kabut Asap Sumbar, Vasko Minta Tim Terpadu Dibentuk

Hendra Efison • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44 WIB
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau di Kabupaten Padangpariaman, Senin (19/10/2026).
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau di Kabupaten Padangpariaman, Senin (19/10/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy meminta pembentukan tim terpadu untuk memperkuat penanganan kabut asap, mulai dari pemantauan kualitas udara hingga pencegahan kebakaran lahan dan antisipasi dampak kesehatan masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Vasko saat mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau di Kabupaten Padangpariaman, Senin (19/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia membahas kualitas udara di sejumlah wilayah Sumbar, pergerakan angin, serta sebaran titik panas (hotspot) berdasarkan dasbor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Setelah kita pantau melalui dasbor BMKG, tidak terdeteksi adanya titik api di Sumbar. Kabut asap yang sekarang menyelimuti Sumbar itu berasal dari provinsi tetangga,” ungkap Vasko.

Vasko Minta Kebakaran Lahan di Dharmasraya Ditindaklanjuti

Meski tidak mendeteksi titik api di Sumbar berdasarkan pemantauan yang disampaikannya, Vasko meminta kewaspadaan tetap ditingkatkan, terutama di daerah yang memiliki riwayat kebakaran lahan, yakni Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan.

Ia secara khusus meminta Dinas Kehutanan Sumbar berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti temuan Bupati Dharmasraya mengenai lahan bekas terbakar yang ditanami kelapa sawit.

Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian dan menelusuri kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

“Dinas Kehutanan saya minta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti temuan Bupati Dharmasraya mengenai lahan bekas terbakar ditanami sawit. Jangan-jangan ada oknum yang sengaja bermain di sini,” tegasnya.

Pernyataan tersebut merupakan dugaan yang disampaikan Vasko. Penyebab kebakaran dan kemungkinan unsur kesengajaan masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Asap dari Sumsel dan Jambi Memengaruhi Kualitas Udara

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukittinggi, Dr. Sugeng Nugroho, menjelaskan bahwa pemantauan pihaknya mendeteksi banyak titik api di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi.

Pergerakan angin turut memengaruhi penyebaran asap ke sejumlah kawasan di Sumatera bagian selatan, termasuk Sumbar.

“Sumatera Barat termasuk daerah yang berada di kawasan tersebut. Sehingga sejak 15 Oktober lalu hingga sekarang, kualitas udaranya masih parah,” ujar Sugeng.

Keterangan tersebut menjelaskan dugaan sumber asap yang menyelimuti Sumbar, meskipun pemantauan yang disampaikan Vasko tidak mendeteksi titik api di wilayah provinsi itu.

Tim Terpadu Disiapkan untuk Memantau Kabut Asap

Untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara, Vasko menginstruksikan pembentukan tim terpadu yang melibatkan BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait lainnya.

Tim tersebut diharapkan memantau kondisi secara berkala, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap bagi masyarakat.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, juga mengingatkan pentingnya pemantauan cuaca secara berkala menjelang November–Desember. Perubahan pola atmosfer dan angin muson akan memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai wilayah.

Menurut Decky, peningkatan curah hujan tidak serta-merta menghilangkan seluruh potensi kebakaran. Sebaliknya, hujan berintensitas tinggi juga dapat memicu bencana hidrometeorologi sehingga kedua risiko tersebut perlu diantisipasi.

Karena itu, penanganan perlu berfokus pada tiga prioritas, yakni mencegah kebakaran, mempercepat respons terhadap kejadian kebakaran dan penurunan kualitas udara, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat cuaca ekstrem.

Sejumlah Pejabat Pemprov Sumbar Turut Mendampingi

Dalam kunjungan tersebut, Vasko didampingi Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Dr. Ferdinal Asmil, S.TP., M.P.; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Ir. Kuartini Deti Putri, M.Si.; Kepala Badan Kesbangpol Sumbar Mursalim, AP., M.Si.; dan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, M.Ph.

Turut hadir Kalaksa BPBD Sumbar yang diwakili Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Edral Pratama, S.T., M.Sc., serta Kepala UPTD KPHL Agam Raya pada Dinas Kehutanan Sumbar, Syamsul Bahri, S.Hut., M.Si.(*)

Editor : Hendra Efison
kabut asap Sumbar mitigasi kabut asap titik panas Sumatera kebakaran lahan Dharmasraya Vasko Ruseimy