PADEK.JAWAPOS.COM — Festival Kesenian Indonesia (FKI+) XIII Tahun 2026 di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang berlangsung pada 20–24 Oktober 2026, setelah pelaksanaannya yang semula direncanakan pada 2025 tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Rektor ISI Padangpanjang, Febri Yulika, mengatakan sembilan perguruan tinggi seni mengikuti rangkaian festival tersebut melalui kegiatan secara langsung maupun hybrid.
Agenda FKI+ XIII mencakup pertunjukan, seminar, pameran karya seni, kompetisi, pemutaran film, hingga lokakarya seni tradisional.
Menurut Febri, ISI Padangpanjang ditetapkan sebagai tuan rumah berdasarkan kesepakatan pimpinan perguruan tinggi seni yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKSPTSI).
“Semula kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 2025, tetapi pelaksanaannya dijadwalkan ulang menyusul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Alhamdulillah, melalui koordinasi dan kesepakatan bersama sembilan perguruan tinggi seni, FKI+ XIII akhirnya dapat kita laksanakan di Padangpanjang,” ujar Febri.
Peserta Internasional Ikut Meramaikan Festival
Febri menyebut FKI+ XIII melanjutkan pengembangan festival sebelumnya, terutama dalam memperluas keterlibatan peserta internasional.
Peserta dari Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Australia dijadwalkan terlibat dalam sejumlah agenda, termasuk pertunjukan, seminar, dan pameran karya seni.
Festival tahun ini juga menghadirkan kembali presentasi karya unggulan dari masing-masing perguruan tinggi seni. Karya-karya tersebut menjadi representasi kreativitas dan pencapaian artistik setiap institusi peserta.
Selain pertunjukan dan pameran seni rupa, FKI+ XIII menyelenggarakan berbagai tangkai lomba seni.
Para peserta akan memperebutkan piala bergilir Menteri Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi dan kreativitas di bidang seni.
Program lainnya berupa pemutaran film yang menampilkan karya terbaik mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi seni.
Kenalkan Randai dan Libatkan Sanggar Lokal
FKI+ XIII turut menghadirkan lokakarya seni tradisional, termasuk randai, serta pengenalan potensi budaya lokal kepada peserta dari perguruan tinggi seni di Indonesia.
Penyelenggaraan festival ini juga melibatkan mitra dari komunitas dan sanggar seni di Sumatera Barat.
Salah satu mitra yang disebut Febri dalam sambutannya ialah Sanggar Seni Kambang Manih di Kota Padangpanjang.
Menurut Febri, keterlibatan komunitas seni menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperluas manfaat festival bagi ekosistem seni dan budaya daerah.
Dari sisi pembiayaan, FKI+ XIII didukung anggaran yang diprogramkan perguruan tinggi serta bantuan hibah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya membuka secara resmi FKI+ XIII di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam pada Selasa (20/10/2026) malam.
Sementara itu, bahan awal menyebut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto dijadwalkan hadir, tetapi belum memastikan kehadirannya dalam pelaksanaan festival.(*)
Editor : Hendra Efison