PADEK.JAWAPOS.COM— Bertahan di tengah perubahan industri pers tidak cukup dengan memindahkan berita ke internet. Media juga harus menemukan sumber pendapatan baru, membangun kedekatan dengan pembaca, dan mengembangkan distribusi konten sesuai kebiasaan audiens.
Strategi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan studi tiru 84 peserta dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasaman ke Padang Ekspres di Rumah Adinegoro, Graha Pena, Rabu (28/10/2026).
Dalam kunjungan itu, peserta mempelajari pengelolaan media, pengembangan bisnis, serta penyesuaian kerja jurnalistik di tengah persaingan digital dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Direktur Utama Padang Ekspres, Nazir Fahmi, menjelaskan bahwa keberlanjutan perusahaan pers membutuhkan strategi bisnis yang kuat. Pendapatan iklan dan kolaborasi menjadi bagian penting agar operasional media tetap berjalan di tengah tekanan efisiensi.
Ia menggambarkan perubahan kondisi perusahaan dengan membandingkan jumlah karyawan yang mencapai sekitar 130 orang pada 2020 dengan kondisi saat ini yang tersisa sekitar 60 orang.
Situasi tersebut, menurutnya, menuntut media lebih adaptif dalam mengembangkan produk dan mencari peluang pendapatan.
Padang Ekspres, yang berada dalam ekosistem usaha bersama Posmetro Padang, Padang TV, Harian Rakyat Sumbar, media online Padek.Jawapos.com, dan percetakan Graindo, berupaya menjaga keberlangsungan bisnis melalui sejumlah kanal dan bentuk kerja sama.
Upaya itu antara lain dilakukan dengan membangun relasi bersama pemerintah dan kementerian, menawarkan produk koran serta e-paper, mengembangkan rubrik tematik, dan menjalankan kegiatan kolaboratif.
Pemanfaatan TikTok, Facebook, Instagram, dan YouTube juga menjadi bagian dari strategi distribusi konten yang dipadukan dengan aktivitas komersial.
Tiga Kanal, Satu Tantangan: Menjangkau Pembaca
Pemimpin Redaksi Padang Ekspres, Tandri Eka Putra, mengatakan perkembangan teknologi mendorong media untuk beradaptasi tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.
Padang Ekspres telah mengembangkan layanan daring sejak 2004. Seiring perubahan kebiasaan audiens, distribusi berita diperkuat melalui tiga saluran utama, yakni media cetak, media online, dan media sosial.
Selain menerbitkan koran setiap hari kecuali Minggu, redaksi juga melakukan siaran langsung atau live sekitar tiga hingga empat kali sehari. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjangkau audiens melalui platform digital.
Namun, Tandri menekankan bahwa transformasi media bukan sekadar menyalin berita dari koran ke situs online. Media perlu membangun jejaring, membuka ruang kolaborasi dengan kontributor, dan menindaklanjuti informasi dari masyarakat yang berpotensi menjadi berita.
Ia menggambarkan tuntutan kerja redaksi melalui prinsip, “Pada dasarnya, kegelisahan malam harus kita jawab besok pagi.”
Prinsip tersebut menekankan pentingnya merespons persoalan dan informasi yang berkembang secara cepat. Meski demikian, setiap informasi tetap harus melewati proses verifikasi sebelum dipublikasikan.
Menurut Tandri, isu lokal juga menjadi kekuatan media karena berkaitan langsung dengan kehidupan pembaca. Informasi yang menyentuh persoalan masyarakat di daerah dapat membantu publik memahami kondisi di sekitarnya sekaligus membangun keterikatan dengan media.
Masyarakat Bisa Menjadi Sumber Informasi
Dalam sesi diskusi, Refkinal, 42, mengusulkan agar media membuka ruang partisipasi masyarakat dalam penyebaran informasi. Menurutnya, dokumentasi video atau peristiwa menarik dari daerah tidak selalu harus direkam langsung oleh wartawan.
Masyarakat dapat ikut mengirimkan dokumentasi yang berpotensi diberitakan. Ia juga mengusulkan pola kerja sama yang jelas, termasuk kemungkinan pemberian imbalan bagi pengirim konten yang memenuhi ketentuan redaksi.
Meski membuka peluang partisipasi publik, materi yang dikirimkan tetap perlu diperiksa dan diverifikasi sebelum diterbitkan. Dengan begitu, kecepatan memperoleh informasi tidak mengesampingkan tanggung jawab media terhadap akurasi berita.
Sementara itu, perwakilan tim Diskominfo Pasaman, Nuzul Ramadana, 52, mengatakan kunjungan tersebut diharapkan menambah wawasan wartawan dan insan komunikasi di daerah.
Hal yang ingin dipelajari mencakup strategi meningkatkan jumlah pembaca, memperluas jangkauan informasi, serta memperoleh pendapatan dari iklan dan bentuk kerja sama lainnya.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Pasaman, Rusdan, juga menyebut kegiatan tersebut memberi pengetahuan baru mengenai tantangan jurnalistik di tengah perkembangan AI.
Ia berharap pengalaman dari Padang Ekspres dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan wartawan dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah.
Rusdan menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pasaman berkomitmen mendorong lahirnya penulis atau wartawan dari lingkungan instansi. Program itu diharapkan memperluas kemampuan menulis dan penyebaran informasi sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan media.
Studi tiru tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai dua kebutuhan yang berjalan beriringan: menjaga kualitas informasi dan memastikan perusahaan pers memiliki model bisnis yang mampu menopang keberlanjutannya di tengah perubahan teknologi.(*)
Editor : Hendra Efison