HKTI Sumbar Siapkan Program Saba Desa, Sasar Masalah Pupuk hingga Harga Panen

Hendra Efison • Dipublikasikan Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:28 WIB
Ketua DPD HKTI Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman didampingi Sekretaris Hidayat, Ketua Harian Zola Pandu, serta Bendahara Ulya, memimpin silaturahmi dan rapat perdana pengurus di Padang, Sabtu (31/10/2026).
Ketua DPD HKTI Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman didampingi Sekretaris Hidayat, Ketua Harian Zola Pandu, serta Bendahara Ulya, memimpin silaturahmi dan rapat perdana pengurus di Padang, Sabtu (31/10/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Kelangkaan pupuk, persoalan kartu tani, akses pembiayaan, hingga ketidakpastian harga hasil panen menjadi sejumlah persoalan yang ingin dijembatani Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Sumatera Barat. Organisasi tersebut menyiapkan program Saba Desa sebagai salah satu upaya menyerap langsung persoalan petani di daerah.

Agenda itu mengemuka dalam silaturahmi dan rapat perdana pengurus DPD HKTI Sumbar di RM Sederhana, Padang, Sabtu (31/10/2026). Rapat dipimpin Ketua DPD HKTI Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, didampingi Sekretaris Hidayat, SS, Ketua Harian Ir. Zola Pandu, serta Bendahara Ulya, SE.

Evi Yandri mengatakan, HKTI harus hadir sebagai wadah yang memperjuangkan aspirasi sekaligus meningkatkan kapasitas petani. Karena itu, organisasi tidak cukup hanya menjalankan kegiatan internal, tetapi perlu menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat tani.

"HKTI harus hadir di tengah-tengah petani. Kita ingin organisasi ini menjadi wadah untuk memperjuangkan aspirasi, meningkatkan kapasitas, serta membantu petani menghadapi berbagai persoalan yang mereka temui di lapangan," ujarnya.

Saba Desa untuk Menyerap Persoalan Petani

Melalui program Saba Desa, HKTI diarahkan turun langsung ke masyarakat pedesaan. Pengurus akan menyerap aspirasi dan mendengarkan kendala yang dihadapi petani, termasuk persoalan kelangkaan pupuk dan kartu tani.

Aspirasi tersebut nantinya menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari penyelesaian. Pendampingan juga diarahkan pada persoalan akses pembiayaan, kepastian harga hasil pertanian, serta kebutuhan produksi.

Sekretaris DPD HKTI Sumbar Hidayat menilai, penyelesaian persoalan pertanian membutuhkan kerja sama organisasi, pemerintah, dan dunia usaha. HKTI diharapkan dapat menjadi penghubung agar kebutuhan petani memperoleh perhatian dan solusi.

"Kemajuan pertanian membutuhkan kerja sama semua pihak. HKTI harus mampu menjadi jembatan antara petani, pemerintah, dan dunia usaha agar berbagai persoalan pertanian dapat dicarikan solusi bersama," ujarnya.

Selain pendampingan, HKTI juga mendorong penguatan koperasi agar petani lebih mudah memperoleh akses permodalan untuk mengembangkan usaha.

Modernisasi hingga Regenerasi Petani

Dalam rapat tersebut, Evi Yandri juga memaparkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat sektor pertanian Sumatera Barat. Salah satunya modernisasi melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi digital.

Penerapan teknologi diharapkan meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, mempermudah pemantauan cuaca, menekan biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas pertanian.

HKTI juga menaruh perhatian pada hilirisasi hasil pertanian. Petani diharapkan tidak hanya menjual komoditas dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah sehingga memperoleh keuntungan lebih besar.

Regenerasi petani menjadi agenda berikutnya. Organisasi ini memandang keterlibatan generasi muda penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Karena itu, pelatihan dan kaderisasi petani milenial perlu diperkuat agar anak muda tertarik mengembangkan usaha pertanian.

Di tingkat lintas sektor, HKTI juga mendorong kolaborasi untuk mendukung ketahanan pangan dan perhutanan sosial. Kerja sama dengan Kementerian Kehutanan diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan bagi kesejahteraan petani hutan. HKTI juga diarahkan bersinergi mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hidayat berharap agenda tersebut dapat diterjemahkan menjadi program kerja konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat tani. "Kita ingin HKTI tidak hanya hadir dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian di Sumatera Barat," tuturnya.

Rapat perdana itu turut dihadiri jajaran pengurus dari berbagai bidang. Di antaranya Wakil Bendahara Rony Mulyadi, Wakil Sekretaris Eka Mariyanti, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Dr. Rahmat Hidayat, Wakil Ketua Bidang Produksi Romi Putra Perkasa, serta Wakil Ketua Umum Bidang SDM dan Diklat Arif Zulpriansyah Siregar.

Dari Bidang Wanita Tani dan Pemuda Tani hadir Ketua Winda Purnama, Wakil Ketua Elly Thrisyanti, Wakil Sekretaris Rasidah Nasrah, serta anggota Darmiyati, Vivi Rafles, Tati Yusmita, dan Lisa Kurnia. Turut hadir anggota Pemuda Tani M. Ridwan Kurniawan dan Excel Aresto Losca.

Bidang Komunikasi dan Media dihadiri Ketua Aguswanto, Wakil Ketua Ficky Tri Saputra, Wakil Sekretaris Aries Purnama, serta anggota Melba, Andri Mardiansyah, Pandu Pratama, Aqmal Marzuki, dan Rayhan V.

Sementara itu, Bidang Produksi dihadiri Ketua Amran Gani, Wakil Ketua Adya JC dan Romi Putra Perkasa, Wakil Sekretaris Desip Trinanda, serta anggota Diko Okto Siswandra dan Arief Suryadi. Bidang Perdagangan diwakili Andri, Irfan Anda Graha, dan Alexander.

Bidang Advokasi, Kebijakan Publik dan Kerja Sama Antar Lembaga dihadiri Wakil Ketua M. Riduan, Wakil Sekretaris Riswandi Rifai, serta anggota Novelis, Vino Oktavia, Bima Charisma, dan Ahmad Yani P.

Dari Bidang SDM dan Diklat hadir Ketua Bidang Hendra Saputra, Wakil Ketua Hazi Zulhakim, serta anggota Nofrizal, S.Pd, Heru Permana Putra, Mawardi, Herman, M. Ashriza Nur, Nadia Azzahra, dan Fuadi Rambe.

Rapat tersebut juga dihadiri Ir. Fikri Amir dari Dewan Pakar, Budi, S.H., M.M., Irsal Mawardi, Dr. Muhammad Taufik, M.Si, Rezki Rifai, serta Riko Andrian Putra selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan. (*)

Editor : Hendra Efison
program Saba Desa persoalan petani kelangkaan pupuk Hidayat SS MH HKTI Sumbar