Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Irawadi, Owner/Dirut PT Adelia Panorama Wisata: Mulai 0 hingga 30 Armada, Jalan Syariah jadi Pilihan

Adriyanto Syafril • Jumat, 22 Mei 2026 | 07:55 WIB
Irawadi owner PT Adelia Panorama Wisata menyampaikan pandangan dalam pertemuan BRN di Padang, baru-baru ini. Irawadi merasakan bahwa perbankan syariah banyak kemudahan dan produknya menguntungkan nasabah.
Irawadi owner PT Adelia Panorama Wisata menyampaikan pandangan dalam pertemuan BRN di Padang, baru-baru ini. Irawadi merasakan bahwa perbankan syariah banyak kemudahan dan produknya menguntungkan nasabah.

Di tengah ketatnya persaingan bisnis pariwisata dan rental kendaraan, nama Irwadi kini dikenal luas di Sumatera Barat bahkan Indonesia. Sosok di balik PT Adelia Panorama Wisata atau APW Tour itu bukan lahir dari keluarga pengusaha besar.

Ia memulai semuanya dari nol.

“Tahun 2009 saya dirikan perusahaan. Legalitas lengkap di notaris. Waktu itu unit saya baru dua mobil, Avanza,” kenang irawadi.

Dari dua mobil itulah perjalanan panjang dimulai. Sedikit demi sedikit ia membangun bisnis rental kendaraan, paket wisata dalam dan luar negeri, tiket perjalanan, hingga kerja sama hotel dan kuliner. Kini, usahanya berkembang pesat dengan lebih dari 30 armada berbagai jenis — mulai dari Avanza, Innova Reborn, Innova Zenix, Fortuner hingga kendaraan premium lainnya.

Tak hanya melayani wisatawan lokal, jaringan bisnisnya sudah menjangkau seluruh Indonesia. Irwadi bahkan aktif dalam organisasi rental nasional BRN yang memiliki sekitar 3.000 anggota se-Indonesia.

“Kalau saya butuh unit di daerah mana pun, tinggal komunikasi. Papua, Ambon, semua ada jaringan,” ujarnya.

Namun di balik kesuksesan itu, ada keputusan besar yang mengubah hidupnya: keluar dari pekerjaan tetap (pegawai bank) dan fokus penuh membangun usaha sendiri.

“Kalau kerja sambil usaha, kita tidak fokus. Saya diskusi dengan istri, dan beliau mendukung saya total untuk serius membangun usaha,” katanya.

Keputusan itu tidak mudah. Apalagi saat itu usaha belum sebesar sekarang. Tetapi Irwadi percaya, fokus adalah kunci pertumbuhan. Perlahan, bisnisnya terus berkembang hingga dipercaya melayani perusahaan, pemerintahan, hingga wisatawan dari berbagai daerah.

Di tengah perkembangan usaha itu, irawadi juga membuat pilihan penting lain: beralih ke sistem perbankan syariah. Baginya, keputusan tersebut bukan semata soal bisnis, tetapi juga keyakinan.

“Yang paling utama, saya ingin terhindar dari riba. Kita orang Minang, ada pesan adat dan agama yang kuat. Setelah saya pelajari, saya merasa lebih tenang menggunakan sistem syariah,” ungkapnya.

Awalnya, ia mencoba pembiayaan satu unit kendaraan melalui bank syariah. Ternyata, menurutnya, sistem yang ditawarkan lebih kompetitif dan menguntungkan dibanding pembiayaan konvensional maupun leasing yang selama ini ia gunakan.

“Hitung-hitungannya menarik, lebih ringan, dan jelas akadnya. Dari situ saya mulai tertarik memindahkan pembiayaan unit-unit saya ke syariah,” katanya.

Kini, Irawadi bahkan berencana melakukan take over sejumlah pembiayaan kendaraan dari bank dan leasing konvensional ke sistem syariah. Baginya, dukungan perbankan menjadi salah satu penopang penting perkembangan usaha.

“Tanpa dukungan perbankan, usaha sulit berkembang. Tapi saya berharap dukungan itu hadir dengan sistem yang membuat pengusaha juga tenang secara hati dan keyakinan,” ujarnya.

Di luar bisnis, Irawadi juga punya semangat besar mempromosikan pariwisata Sumatera Barat. Ia meyakini daerah ini memiliki keunggulan wisata yang tidak kalah dari Bali.

“Kalau menurut saya, Sumbar itu luar biasa. Kita punya laut, pulau, gunung, danau, budaya, kuliner. Kalau wisatawan datang ke sini minimal enam hari baru puas,” katanya sambil tertawa.

Ia menyebut destinasi seperti Bukittinggi, Mandeh, Singkarak, Maninjau hingga Mentawai sebagai kekuatan besar pariwisata Sumbar. Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada potensi, melainkan pengelolaan dan promosi yang harus terus diperkuat.

Kini, dari usaha kecil dengan dua mobil, Irawadi menjelma menjadi pengusaha travel dan rental yang diperhitungkan. 

Namun di balik pencapaian itu, ia tetap memegang prinsip sederhana: usaha harus tumbuh sejalan dengan keyakinan.

“Rezeki itu anugerah Tuhan. Tinggal bagaimana kita memilih jalan yang benar untuk menjalaninya,” tutupnya. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Padek Syariah