Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harapan Besar pada Fly Over Sitinjaulauik

Suryani • Senin, 27 April 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pembangunan Fly Over Sitinjalauik meski sempat terseok karena kendala pembebasan lahan, namun terus berjalan. Kini progresnya sudah mencapai 16,4 persen.

Progres ini meliputi pemasangan girder (balok utama penopang jembatan) di Jembatan 1, yang merupakan tahapan krusial dalam pembentukan struktur atas jembatan.

Tim konstruksi juga telah menyelesaikan pemasangan girder pada beberapa bentang, sehingga struktur utama jembatan secara bertahap mulai terbentuk.

Selanjutnya pemasangan tulangan besi, pemasangan cetakan (bekisting), serta pengecoran pada bagian penghubung antar girder sebagai persiapan menuju pengecoran lantai jembatan.

Sedangkan pembebasan lahan masih terus berjalan. saat ini tersisa sekitar 5 bidang lahan masyarakat dengan luas ±0,07 hektare.

Ke-2 bidang sudah didaftarkan konsinyasi ke PN Padang dan menunggu jadwal penawaran dari PN Padang, serta 3 bidang masih dalam proses tindak lanjut oleh Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Barat sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Diharap tidak ada lagi kendala yang membuat proyek terhenti.

Fly Over Sitinjaulauik sudah lama didambakan pembangunannya. Jika proyek ini selasai maka konektivitas Padang-Solok dan sekitarnya akan semakin lancar.

Jalur dengan tikungan ekstrem dan rawan kecelakaan yang ada kini bakal tergantikan fly over. Ini tentu akan sangat memudahkan distribusi barang antardaerah, Memperlancar akses wisatawan ke Kabupaten Solok.

Kabupaten Solok merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Sumbar. Daerah berhawa sejuk ini memiliki objek wisata alam yang mempesona. Sebut saja kebun teh, danau Singkarak, Danau di Ateh Danau di Bawah dan lainnya.

Karena ekstremnya medan, apalagi ketika musim hujan membuat perjalanan jadi mencekam. Ancaman longsor kerap membuat pengendara jadi bertaruh nyawa.

Daerah ini juga salah satu penghasil bawang merah di Sumbar. Termasuk beras dan sayur-sayuran dataran tinggi seperti lobak, tomat, kentang, bawang prey dan lain sebagainya. Jika akses jalan terganggu maka distribusi komoditi tersebut bakal tersendat.

Tidak hanya itu, distribusi barang dari Jakarta ke Sumbar juga melalui Sitinjaulauik. Jalur Sitinjaulauik kerap macet bejam-jam yang membuat distribusi barang dan perjalanan jadi memakan waktu lama. Saat jalan Lembah Anai putus jalur ini jadi satu-satunya penghubung Padang-Pekanbaru.

Begitu penting peran dan beban jalur Sitinjaulauik, maka fly over adalah jawaban atas permasalahan yang dihadapinya selama ini. Kini proyek tersebut sudah mulai terwujud. Tinggal menunggu waktu beberapa tahun ke depan, sudah bisa dinikmati.

Diharap semua pihak memberikan dukungan penuh. Termasuk masyarakat sekitar sebagai pemilik lahan yang terkena pembangunan jalan laying tersebut.

Keberadaan jalur Sitinjaulauik tidak sekadar kelancaran akses tapi juga pendorong ekonomi daerah. Kelancaran distribusi barang maupun orang membuat uang pun berputar kencang.

Wisatawan tidak lagi ragu berkunjung ke Kabupaten Solok via Padang. Tak ada kendala longsor dan macet panjang karena kerawaan medan. Bus-bus berbadan besar akan lancar jaya lalu lalang di fly over seperti fly over Kelok 9.

Diharap tak ada juga kendala anggaran untuk kelangsungan pembangunannya sampai selesai. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#tajuk rencana #Fly Over Sitinjau Lauik