Lagi, pengunjung Pantai Padang dapat perlakuan tak mengenakkan dari juru parkir liar di Pantai Padang. Pengunjung seorang wanita muda lalu merekam cekcoknya dengan seorang pria lalu mengunggah di media sosial. Setelah videonya viral, pria tersebut yang disebut tukang parkir liar diamankan.
Pria bernama Boy tersebut mengaku bahwa profesinya sehari-hari adalah membantu operasional sebuah kafe di sekitar kawasan pantai. Pengaturan kendaraan pengunjung yang memarkir kendaraan di zona tersebut merupakan instruksi dari pemilik tempat usaha di mana ia bekerja. Ia juga minta maaf atas tindakannya tersebut.
Sebelumnya juga viral, cekcok seorang wanita dengan juru parkir liar di Pantai Padang. Wanita itu hanya parkir sebentar untuk berswafoto tapi disuruh parkir namun ia menolak. Dia pun merekam ribut-ribut dengan pelaku. Setelah viral, pihak berwenang menindaklanjuti. Aman sejenak, terjadi lagi. Sepertinya sulit sekali menertibkan Pantai Padang dari praktik ilegal yang meresahkan pengunjung.
Padahal ada sejumlah petugas yang diposkokan di sana. Tapi kenapa tetap saja terjadi aksi yang membuat kesal pengunjung. Kalau ada tempat parkir legal kenapa pengunjung diarahkan parkir ke tempat lain. Seperti pengakuan si Boy tadi, ia mengarahkan pengunjung atas instruksi pemilik cafe di kawasan tersebut. Tujuannya agar pengunjung belanja di cafe yang memberinya “job”.
Ia tak mau tahu pengunjung suka atau tidak. Wisatawan merasa terganggu dan tidak nyaman. Tujuannya hanya satu, mengeruk keuntungan dari pengunjung. Tak jarang, baru saja menjejakkan kaki, niat hati ingin menikmati keindahan pantai, sudah bertengkar dengan juru parkir liar. Boro-boro bisa hapy yang ada malah perasaan kesal dan ingin segera pergi dari sana.
Pedagang pun rada-rada sulit dibina. Sudah disediakan tempat khusus masih juga ada berjualan di pinggir pantai. Banyak alasannya supaya diberi izin menggelar dagangan di tempat yang dilarang. Ditertibkan, petugas dilawan. Lengah sedikit, mereka bertindak semaunya.
Padahal kalau pantai indah dan pengunjung banyak mereka juga yang untung. Asalkan dagangan layak, enak. Harga terjangkau dan pelayanannya baik, tanpa dipaksakan orang akan singgah berbelanja. Tak perlu memaksa pengunjung untuk belanja. Mungkin mereka hanya ingin menikmati suasana dan keindahan pantai. Toh, di kawasan wisata pengunjung bebas beraktivitas. Kecuali aktivitas terlarang dan membahayakan.
Supaya imej Pantai Padang tidak lagi tercoreng aksi semacam itu, petugas Satpol PP harus dimasifkan melakukan pengawasan setiap hari. Jangan beri peluang bagi preman merusak citra wisata andalan Kota Padang tersebut. Jangan jadikan alasan pemalakan karena tidak ada retribusi masuk.
Masyarakat di kawasan itu harus dibina terus menerus agar menjadi sadar wisata. Baik preman, pedagang dan unsur lainnya. Tidak hanya fasilitas dan sarana pendukung yang dibenahi tapi juga prilaku masyarakatnya. (*)
Editor : Adriyanto Syafril