Musim kemarau yang melanda sejumlah daerah di Sumbar mulai berdampak kepada ketersediaan air bersih. Sejumlah sungai yang menjadi sumber air baku Perumda Air Minum Kota Padang atau PDAM mulai menyusut. Walau turun rinai tipis-tipis, janganka n untuk menambah debit air sungai, untuk membasahi tanah saja tidak cukup.
Pelanggan PDAM Padang sudah mengalami air mati bergilir di sejumlah wilayah. Karena berkurangnya air baku yang diolah seiring mulai keringnya air sungai. Hendaknya masyarakat hemat memakai air. Karena air adalah kebutuhan dasar, jika tak ada air maka dampaknya akan sangat terasa. Tidak bisa mandi, mencuci dan aktivitas sehari-hari. Usaha laundry juga akan terganggu kalau tak ada air.
Bagi masyarakat yang punya sumur sendiri mungkin agak aman. Itu kalau air sumurnya tidak kering di musim kemarau. Tapi warga yang berdomisili di kawasan terdampak bencana hidrometeorlogi akhir 2025 lalu sampai sekarang sumurnya masih kering. Seperti di Kecamatan Kuranji, Pauh dan Kototangah. Umumnya masyarakat punya sumur resapan dangkal yang mengandalkan air bandar irigasi. Kalau air bandar mengalir normal maka sumur resapan cukup airnya.
Tapi sejak bendungan salah satunya bendungan Gunung Nago di Kecamatan Pauh, sumur resapan warga di kawasan Kuranji, Koronggadang, hingga Nanggalo jadi kering. Ketika curah hujan cukup air sumur relatif aman. Tapi sejak dua pekan ini hujan tak turun lagi. Kemarau datang disertai cuaca panas di siang hari membuat air cepat menguap.
Alhasil warga yang mengalami krisis air bersih mengandalkan bantuan air dari mobil tangki dari Pemko Padang. Sejumlah armada gabungan BPBD dan Damkar Kota Padang tiap hari bergerak menjangkau sejumlah titik di Kecamatan Kuranji, Kecamatan Pauh, Kecamatan Kototangah, serta kawasan hunian sementara (huntara) yang masih dihuni oleh para korban bencana hidrometeorologi. Dalam satu hari operasi tersebut, sebanyak 93.000 liter air bersih berhasil disalurkan menggunakan lima unit armada tangki milik BPBD dan Damkar Kota Padang.
Tim gabungan tersebut terus menyisir kawasan permukiman warga, area terdampak bencana, hingga lokasi-lokasi hunian sementara yang masih aktif dihuni oleh para pengungsi. Kelancaran operasi distribusi air bersih tidak terlepas dari dukungan penuh PDAM Kota Padang dalam hal penyediaan pasokan air. Walau juga mengalami kendala air baku namun PDAM tetap membantu warga yang bukan pelanggan PDAM.
Jika kemarau berlanjut diharapkan masyarakat tetap mendapatkan cukup air bersih. Jangan sampai masyarakat berteriak-teriak dulu di sosmed baru ditanggapi. Kalau air tidak cukup bisa dicari ke daerah yang airnya masih melimpah. Pokoknya jangan sampai terjadi krisis air bersih yang nanti akan mengancam kesehatan masyarakat. Terpenting mempercepat perbaikan bendungan irigasi agar masalah selama ini teratasi. Tidak hanya sumur resapan yang kembali berfungsi tapi petani juga kembali bisa bercocok tanam. (*)
Editor : Adriyanto Syafril