Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nagari Buo Butuh Bendungan dan Bidan Desa

Novitri Selvia • Senin, 26 Desember 2022 | 13:41 WIB
AUDIENSI: Wabup Tanahdatar, Richi Aprian, saat menampung aspirasi warga Nagari Buo. Warga minta bendungan di sana segera dibangun.(IST)
AUDIENSI: Wabup Tanahdatar, Richi Aprian, saat menampung aspirasi warga Nagari Buo. Warga minta bendungan di sana segera dibangun.(IST)
Warga Nagari Buo, Kecamatan Lintaubuo meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tanahdatar untuk perbaikan tiga Kepala Bandar (Bendungan) yang rusak sejak beberapa tahun terakhir.

Di antaranya bendungan untuk Tali Bandar Siambek yang berada di Jorong Kampung Tongah. Bendungan tersebut sebelumnya rusak akibat dihanyutkan oleh galodo pada 2018 silam. Hingga lebih kurang 40 hektar area persawahan yang dialiri oleh air bandar itu tidak dapat berproduksi.

Meski warga membuat bendungan sementara dengan memakai batu air Batang Selo namun selalu kembali dihanyutkan apabila debit air Batang Selo naik saat hujan. Oleh karena itu, warga Buo berharap agar Pemkab segera mengambil tindakan dalam upaya membangun kembali bendungan tersebut.

“Sudah sejak beberapa tahun terakhir sawah kami tidak berair, karena bendungan tidak berfungsi. Sudah beberapa kali diadukan namun belum terealisasi. Kami harap agar hal ini jadi prioritas,” ujar Jasman Dewan, salah seorang warga Buo, saat audiensi bersama Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian, Jumat (23/12) sore, di Aula Kantor Wali Nagari Buo.

Selain persoalan itu, warga juga berharap agar Pemkab dapat memberikan peningkatan terhadap sektor pertanian seperti harga padi yang selalu anjlok saat panen. Masih terkait soal pertanian, warga juga mengeluhkan persoalan pertanian lain seperti hama tikus yang membuat beberapa kali panen warga gagal.

Sementara itu Wali Nagari Buo Yulkusmayanto menyampaikan selain persoalan pertanian, Nagari Buo juga saat ini membutuhkan bidan desa yang hingga saat ini masih belum ada.

“Kami sudah sampaikan juga keluhan terkait hal itu, namun katanya kekurangan tenaga. Kami berharap agar kedepan hal ini dapat terealisasi karena sangat dibutuhkan, apalagi saat ini tengah gencarnya penanganan soal stunting,” ujar wali nagari.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian mengatakan, jika saat ini memang Pemkab Tanahdatar tengah gencarnya dalam mengatasi persoalan stunting. Oleh karena itu butuh perhatian dan bantuan semua pihak.

“Terkait soal kaduan dalam bidang pertanian, silahkan di data dahulu semua mana lokasi-lokasi bendungan dan area persawahan yang tidak bisa berproduksi. Nanti akan kami bahas ditingkat kabupaten,” terangnya.

Dalam audiensi yang turut dihadiri oleh Camat Lintaubuo Afrizal dan Forkopimca serta tokoh masyarakat Buo itu, Wabup juga mengajak, agar warga dan tokoh masyarakat dapat untuk mendidik anak kemenakan agar terhindar dari kenakalan remaja. (stg) Editor : Novitri Selvia
#Nagari Buo #Richi Aprian #bidan desa #Tali Bandar Siambek #bendungan