Yulkusmayanto, Wali Nagari Buo menyebutkan bunga itu pertama kali ditemukan warga Buo yang hendak pergi ke ladangnya. Bunga itu berada di kebun milik warga tepatnya di Jorong Kampung Baru.
“Ketika warga hendak pergi ke ladang yang melewati lokasi tempat bunga ini tumbuh, dia merasa terkejut dengan tumbuhan itu, karena sebelumnya ia tidak pernah melihat bunga yang seperti itu,” ujar Yulkusmayanto, Minggu (11/2).
Menanggapi informasi yang disampaikan warganya tersebut, maka Yulkusmayanto langsung mengecek kebenaran cerita dari peladang itu. Sesampainya di ladang tempat tumbuhnya bunga yang diceritakan itu, Bunga bangkai ditemukan dalam keadaan kuncup.
Pagi ketika si peladang ingin kembali membersihkan ladang, ternyata bunga bangkai tersebut sudah mekar, dalam radius lima meter sudah tercium bau seperti bangkai dan dikelilingi oleh lalat.
Ia mengatakan, apabila ada masyarakat yang ingin datang dan melihat akan dipersilahkan untuk datang ke lokasi, yang bertempat di Buo.
Informasi yang dihimpun, Bunga bangkai pernah ditemukan di kawasan Ngalau Indah Pangian pada 1990-an silam, sejak saat itu, baru ditemukan lagi sekarang di Nagari Buo.
Langkanya bunga itu, menyebabkan tidak semua orang pernah melihatnya, apalagi di Kecamatan Lintaubuo yang memang jarang dijumpai tumbuhan semacam itu.
Oleh karena itu, penemuan bunga itu menjadi hal yang menarik dan warga sangat antusias untuk melihat langsung ke Buo sejak ditemukan. (stg) Editor : Novitri Selvia