Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

12 Kecamatan Terdampak Bencana Paling Parah: Irigasi, Jalan dan Lahan Pertanian Rusak

Novitri Selvia • Jumat, 19 April 2024 | 10:09 WIB

RUSAK: Sejumlah infrastruktur dan lahan pertanian rusak akibat bencana banjir di Tanahdatar beberapa waktu lalu.(NANDA/PADEK)
RUSAK: Sejumlah infrastruktur dan lahan pertanian rusak akibat bencana banjir di Tanahdatar beberapa waktu lalu.(NANDA/PADEK)
Hampir seluruh kecamatan yang ada di Tanahdatar mengalami bencana sejak dua pekan terakhir, 12 dari 14 kecamatan yang ada paling merasakan akibat bencana yang didominasi banjir dan tanah longsor serta terban. 

Kepala BPBD Tanahdatar Ermon Revlin menyampaikan, dari 14 kecamatan yang ada adi Tanahdatar hanya dua kecamatan yakni Kecamatan Padangganting dan Batipuh Selatan yang terlepas dari bencana yang menimbulkan kerugian. 

“Jika di kategorikan yang merugikan, hanya dua kecamatan yang tidak mengalami bencana besar, tapi bukan tidak ada, hanya saja berskala kecil dan tidak mengganggu, seperti tanah longsor,” ujar Ermon kemarin (18/4). 

Menjelang lebaran lalu, Pemkab Tanahdatar sebutnya sudah menetapkan status Tanggap Darurat bencana selama dua pekan.  “Nantinya setelah masa itu habis akan di rapatkan kembali, mungkin ada penambahan waktu bagi beberapa daerah karena kondisi,” terangnya. 

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tanahdatar menunggu kepastian kelanjutan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pasca bencana banjir yang melanda daerah itu.

“Terkait kunjungan BNPB ke lokasi terdampak bencana di Tanah ldatar merupakan format dokumentasi dan dokumen manajemen. Apakah direhab rekon atau transisi, nanti ada statusnya dari BNPB,” kata Ermon Revlin. 

Dia mengatakan, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tanahdatar Senin (8/4) lalu merusak fasilitas umum hingga lahan pertanian warga di daerah setempat. “Jadi kerugian yang dialami adanya infrastruktur yang rusak, irigasi, dan lahan pertanian yang membuat petani gagal panen,” tuturnya. 

Bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi merata di 14 Kecamatan di Tanahdatar, sehingga Pemkab Tanahdatar menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir bandang selama 14 hari terhitung 8 - 21 April 2024.

“Seperti di Kecamatan Tanjung Baru di Nagari Tanjung Alam dilaporkan satu jembatan putus dan satu jembatan di Nagari Barulak retak sehingga tidak bisa dilewati kendaraan roda empat akibat dihantam banjir bandang serta adanya jalan terban,” kata dia.

Dia menyebut, pascabencana banjir bandang tersebut Pemkab Tanahdatar bergerak cepat mendata dan menindak lanjuti setiap laporan masyarakat.

“Setiap laporan masyarakat kita tindak lanjuti, kita monitor dan dilakukan asesmen, dan juga adanya keprihatian masyarakat menyerahkan bantuan langsung,” ujar dia.

Sementara itu, Bupati Tanahdatar Eka Putra mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tanahdatar kembali menerima bantuan dari BNPB untuk penanganan bencana banjir lahar dingin, banjir bandang, dan tanah longsor. BNPB membantu dari Dana Siap Pakai sebesar Rp 250 juta dan dukungan logistik serta peralatan untuk penanganan darurat. 

Adapun dukungan logistik dan peralatan penanganan darurat bencana berupa 300 paket sembako, 300 paket hygine kit, 200 paket makanan siap saji, 25 unit Velbed, 100 pcs kasur lipat, 200 pcs selimut, 3 unit genset, 5 unit pompa apung, 2 unit light tower, 2 unit tenda pengungsi, 5 unit tenda keluarga 4x4 dan 1.008 botol sabun cair. (stg)

Editor : Novitri Selvia
#Pemkab Tanahdatar #Ermon Revlin #longsor #BPBD Tanahdatar