PADEK.JAWAPOS.COM-Galodo (banjir lahar dingin) menimpa sejumlah lokasi di kaki Gunung Marapi beberapa waktu lalu, ternyata masih meninggalkan kepedihan bagi Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuh, Tanahdatar.
Empat jorong terdampak di nagari ini, masih berupaya bangkit dan kembali hidup normal. Di Jorong Batipuah Baruah, misalnya. Galodo mengakibatkan hilangnya daerah tangkapan air.
Rusaknya hutan, dan bahkan tertutupnya sumber air, serta hilangnya saluran-saluran air. Air yang meluap berdampak kepada kerusakan pemukiman dan lahan.
Pemkab ataupun pihak terkait sebetulnya sudah melakukan sejumlah penanganan, cuma saja belum sepenuhnya menyelesaikan masalah. Misalnya, melakukan normalisasi sungai untuk mengembalikan aliran sungai. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kembali aliran sungai ke lahan pertanian.
Belakangan, masyarakat terbantu atas keberadaan mahasiswa KKN Unand dengan dosen pembimbing lapangan Prof Dr Ir Elly Roza MS di Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuah.
Awalnya, kegiatan dimulai dari goro bersama masyarakat untuk membersihkan material lahar dingin yang meluap ke sekitaran sungai hingga persawahan dan merusak pondasi bagian belakang Musala Az-Zikra Asam.
Mahasiswa turun langsung mengangkat material lahar dingin yang terdapat di daerah aliran sungai. Kegiatan ini salah satu wujud kerja nyata dan kontribusi mahasiswa dalam mewujudkan tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian ke masyarakat.
"Lewat normalisasi sungai ini diharapkan dapat mengembalikan aliran air yang terputus dan melancarkan kembali aliran air mengalir," ujar penanggung jawab kegiatan Sherly Amelia Putri. (r)
Editor : Novitri Selvia