Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

335 Ha Lahan Terdampak Bencana Dioptimasi

Nanda Anggara • Selasa, 5 November 2024 | 15:30 WIB
PEMULIHAN: Alat berat dikerahkan untuk optimasi lahan sawah terdampak banjir bandang di Kecamatan Rambatan, Tanahdatar, Senin (4/11). (PEMKAB TANAHDATAR FOR PADEK)
PEMULIHAN: Alat berat dikerahkan untuk optimasi lahan sawah terdampak banjir bandang di Kecamatan Rambatan, Tanahdatar, Senin (4/11). (PEMKAB TANAHDATAR FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Ratusan hektar lahan pertanian terdampak bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi di Kabupaten Tanahdatar mulai dipulihkan.

Dinas Pertanian Tanahdatar mencatat luas lahan pertanian yang dilakukan optimasi mencapai 335 hektare yang tersebar di 14 Kecamatan.

Optimasi itu dimulai di lahan terdampak bencana di wilayah Kecamatan Limakaum dan Rambatan. Program ini dikomandoi Kodim 0307 Tanahdatar bersama Dinas Pertanian Tanahdatar.

“Lahan terdampak seluas 335 hektar itu sudah diverifikasi ulang berdasarkan pemetaan di lapangan, semua lahan itu merupakan kategori berat,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanahdatar, Sri Mulyani Senin (4/11).

Sri Menjelaskan, pelaksanaan optimasi lahan ini dilaksanakan berdasarkan MoU antara Korem 032 Wirabraja dengan Dinas Pertanian Sumbar.

Sementara untuk di Tanahdatar sendiri dilakukan berdasarkan perjanjian kerja sama antara Kodim 0307 dengan Dinas Pertanian Tanahdatar.

“Jadi pengerjaan optimasi lahan ini dikerjakan bersama pihak TNI dan telah mulai dikerjakan sejak 1 November dengan batas waktu pelaksanaan hingga 31 Desember 2024,” jelas Sri.

Lebih lanjut dijelaskan, hasil pemetaan di lapangan bersama TNI untuk sebaran sawah yang akan dikerjakan ada di 14 kecamatan dengan jumlah bervariasi.

Untuk Limakaum sendiri total lahan yang akan dioptimasi mencapai 72,27 hektar dan Rambatan 35,49 hektar dengan jumlah alat berat yang bekerja delapan unit saat ini.

“Sementara untuk lahan lainnya telah mulai juga dikerjakan secara manual oleh TNI bersama masyarakat dan kelompok tani sembari menunggu alat berat masuk. Namun ada juga lahan sawah yang tidak memungkinkan untuk dimasuki alat berat,” lanjut dia.

Dia berharap, hingga batas waktu yang ditargetkan semua lahan pertanian yang tertimbun material bencana banjir bandang itu bisa segera difungsikan.

“Yang jelas saat ini fokus pemerintah optimasi lahan sawah ini adalah bagaimana mengembalikan fungsi lahan pertanian untuk bisa difungsikan kembali,” ujar dia.

Data rekapitulasi luas kegiatan optimasi lahan sawah yang terdampak bencana di Kabupaten Tanahdatar meliputi 8,67 hektar di Nagari Padanglaweh, Kecamatan Batipuh Selatan.

Di Kecamatan Batipuh, 7,77 hektar di Nagari Batipuhateh, 18,21 hektar di Batipuhbaruah, 7 hektar di Andaleh, 1,27 hektar di Gunungrajo dan 1 hektar di Sabu.

Di Kecamatan Limakaum, 2,07 hektar di Nagari Baringin, 67,92 hektar di Limokaum dan 2,28 hektar di Parambahan. Kecamatan Lintaubuo, 0,35 hektar di Nagari Buo dan 0,29 hektar di Pangian.

Kecamatan Lintaubuo Utara, 1,8 hektar di Nagari Batubulek dan 0,53 hektar di Tanjungbonai. Kecamatan Padangganting, 14,03 hektar di Nagari Padangganting.

Kecamatan Pariangan, 1,87 hektar di Nagari Sawahtangah, 11,45 hektar di Sungaijambu. Kecamatan Rambatan, 4,66 hektar di Nagari Tigokoto dan 30,83 hektar di Rambatan.

Kecamatan Salimpaung, 7,78 hektar di Nagari Tabekpatah dan 4,52 hektar di Lawang Mandahiling. Kecamatan Sungaitarab, 10,76 hektar di Nagari Pasielaweh, 3,15 hektar di Padanglaweh, 2,14 hektar di Talangtangah dan 8,37 hektar di Sungaitarab.

Kecamatan Sunagayang, 2,39 hektar di Nagari Andaleh Baruahbukik, 0,32 hektar di Minangkabau dan 0,67 hektar di Tanjung. Kecamatan Tanjungbaru, 18,17 hektar di Nagari Tanjungalam, 9,04 hektar di Barulak. Di Kecamatan Tanjungemas, 35,31 hektar di Nagari Saruaso.

Kemudian Kecamatan X Koto, Nagari Kotobaru 0,94 hektar, Kotolaweh 0,79 hektar, Pandaisikek 16,29 hektar, Paninjauan 7,92 hektar, Panyalaian 2,59 hektar dan Nagari Singgalang 21,85 hektar. (stg)

 

Editor : Novitri Selvia
#Pemulihan Lahan #Dinas Pertanian Tanahdatar #lahan pertanian #sri mulyani