Pemerintah Kabupaten Tanahdatar berencana memberikan trauma healing kepada keluarga korban untuk mendukung pemulihan mental dan emosional mereka.
Wakil Bupati Tanahdatar, Ahmad Fadly, menyatakan bahwa langkah ini terutama ditujukan kepada adik korban yang mengalami dampak psikologis akibat kehilangan sosok tempat bercerita dan bersandar.
"Kami dari Pemkab melalui Dinas Sosial dan PPA akan melakukan pendampingan guna mendukung pemulihan trauma, terutama bagi adik dari almarhumah Cinta, karena masa depannya masih panjang. Kita tidak ingin peristiwa ini menjadi trauma yang membekas baginya," ujar Wabup Ahmad Fadly usai mengunjungi rumah duka, Senin (24/2/2025).
Wabup juga mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian yang tidak wajar ini dan berharap agar pelaku segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Hingga saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar pelaku segera ditemukan. Tentu ini harapan kita semua bagaimana hukum bisa ditegakkan," tegasnya.
Selain itu, Wabup mengimbau masyarakat, orang tua, serta niniak mamak untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih menjaga anak-anak serta keluarganya dari ancaman kejahatan.
Korban, Cinta Novita Sari (15), warga Jorong Guguak Manih, Nagari Sumaniak, Kecamatan Salimpaung, ditemukan meninggal secara tidak wajar. Jenazahnya ditemukan dalam karung goni di pinggir jalan pada Rabu (19/2), yang menghebohkan masyarakat Tanahdatar.
Rekaman CCTV
Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini. Kasat Reskrim Polres Tanahdatar, AKP Surya Wahyudi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari 21 saksi dan terus melakukan pendalaman.
"Sejauh ini kami telah mengambil keterangan dari 21 saksi, dan kami juga melakukan pendalaman dengan memanggil ulang beberapa saksi tersebut untuk memastikan perkara ini. Dari 21 orang yang dipanggil, semuanya berkaitan dengan korban," kata AKP Surya Wahyudi, Minggu (23/2).
Pihak kepolisian juga terus mengumpulkan barang bukti, memeriksa rekaman CCTV, serta menanyai para saksi guna mengungkap pelaku di balik kasus tragis ini.
Kasus ini menjadi perhatian serius di Tanahdatar, dan diharapkan keadilan dapat segera ditegakkan demi memberikan ketenangan bagi keluarga korban serta masyarakat luas. (*)
Editor : Hendra Efison