Kegiatan edukasi ini berlangsung interaktif dengan dukungan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Payakumbuh.
Penyuluhan bertujuan memberikan pemahaman dini kepada siswa mengenai potensi bahaya listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang disampaikan meliputi risiko instalasi listrik yang tidak aman, bahaya bermain layang-layang di dekat jaringan, hingga penggunaan peralatan listrik yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Manager PLN UPT Padang, Teguh Dwi Rahmansyah, menegaskan pentingnya edukasi dini untuk mencegah potensi gangguan listrik akibat faktor eksternal.
“Melalui edukasi ini, kami berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dan turut berperan aktif menjaga keselamatan jaringan listrik. Gangguan akibat layang-layang maupun faktor lainnya bisa diminimalisir jika masyarakat memahami risikonya,” ujar Teguh.
Kegiatan ini disambut positif oleh pihak sekolah dan para siswa. Materi penyuluhan disampaikan dengan metode interaktif melalui demonstrasi dan sesi tanya jawab, sehingga memudahkan peserta memahami informasi yang diberikan.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Momentum Hari Pelanggan Nasional mengingatkan kami bahwa pelayanan tidak hanya soal menyalurkan listrik, tetapi juga menjaga keselamatan pelanggan. Melalui penyuluhan ini, PLN ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar masyarakat, khususnya generasi muda, lebih peduli terhadap bahaya listrik. Dengan begitu, keandalan sistem tetap terjaga dan pelanggan dapat menikmati layanan listrik dengan aman dan nyaman,” tegas Amiruddin.
Kolaborasi antara PLN UPT Padang dan ULTG Payakumbuh dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi nyata antarunit PLN. Melalui program edukasi ini, PLN berupaya mewujudkan lingkungan yang lebih aman serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan kelistrikan.(*)
Editor : Hendra Efison