PADEK.JAWAPOS.COM-Kegiatan Kokurikuler di UPT SDN 11 Lawang Mandailing yang dilaksanakan pada ada hari Sabtu (27/9) oleh siswa kelas 5 dengan tema “menjaga lingkungan sekitar” dan tema ini disesuaikan dengan rancangan aktivitas dalam buku.
Panduan kokurikuler yaitu aktivitas yang bersifat pratikal, dimana kegiatan utama yang dilakukan adalah berkebun di belakang kelas dan membersihkan ruang kelas.
Sebelum kegiatan utama dilaksanakan, ada satu kegiatan pembuka dilaksanakan yaitu siswa kelas 5 membacakan cerita yang telah mereka buat pada hari Jumat dan dilanjutkan dengan kegiatan membersihkan kelas serta berkebun.
Sebelum kegiatan membersihkan kelas dan kebun dilaksanakan, beberapa orang siswa membacakan kembali cerita yang telah mereka buat. Setelah pembacaan cerita selesai di bacakan oleh beberapa orang siswa, siswa kelas 5 dibagi menjadi 2 kelompok besar.
Kelompok pertama bertugas membersihkan ruang kelas dan kelompok kedua bertugas berkebun di belakang kelas. Pada pembagian kelompok ini tidak ada drama tunjuk menunjuk untuk membagi tugasnya.
Justru sebaliknya, siswa kelas 5 menjukkan inisiatif yang luar biasa, mereka dengan penuh kesadaran dan sigap menunjuk dirinya sendiri untuk memilih membersihkan kelas atau berkebun di belakang kelas.
Hal ini menunjukkan rasa tanggung jawab yang tumbuh dalam diri mereka ketika diberikan sebuah tugas. Kelompok yang mendapat tugas membersihkan kelas dengan cepat memulai pekerjaannya.
Ada yang langsung mengambil sapu dan ada yang mengambil kain pel. Setelah itu, mereka langsung memulai kegiatan dengan menyapu kelas dengan bersih, membersihkan kaca , menyusun rak buku dan diakhiri dengan aktivitas mengepel lantai.
Setelah lantai kelas bersih, mereka menyusun kembali meja-meja yang berantakan karena menyapu dan mengepel di sekitar meja serta mengeluarkan seluruh tas yang ada di kelas ke luar kelas agar yang tidak perlu masuk ke kelas untuk mengambil tasnya masing-masing.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kelaspun menjadi bersih, rapi dan nyaman untuk digunakan belajar kembali. Hasil kerja sama mereka membuktikan bahwa jika dilakukan bersama-sama.
Pekerjaan yang berat akan terasa ringan serta kebersihan yang mereka ciptakan bukan sekedar kebersihan biasa, tapi juga menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan belajar mereka sendiri.
Sementara itu, kelompok yang bertugas berkebun di belakang kelas tidak kalah semangat dan antusias. Mereka pergi ke area belakang kelas dengan penuh semangat dan antusias untuk melaksanakan tugasnya, kegiatan ini di dampingi oleh ibu wali kelas.
Mereka tampak semangat dalam menjalankan tugasnya, ada yang bertugas meletakkan bibit sayuran di lubang yang telah di buat, dan ada yang bertugas menanam bibit yang telah di letakkan dengan hati-hati.
Pada saat proses penanaman bibit ini, ibu wali kelas menjelaskan dan meberikan contoh cara menanam bibit sayuran tersebut dengan benar dan hati-hati.
Selain menanam bibit sayuran, mereka juga melakukan kegiatan mencabut rumput-rumput liar yang ada di sekitar lahan kebunnya dan mengumpulkan sampah plastik bekas wadah tempat bibit sayuran dan sampah lainnya yang ada disekitar secara bersama-sama lalu memasukkannya kedalam karung bekas.
Kegiatan berkebun ini bukan hanya sekedar menanam, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang bermakna bagi siswa, dari kegiatan ini siswa belajar tentang pentingnya mejaga lingkungan, belajar cara merawat tanaman, serta belajar nilai-nilai kerja sama.
Setelah semua kegiatan selesai, baik membersihkan kelas maupun berkebun, siswa membersihkan tangannya kemudian di beri kesempatan untuk istirahat dan para siswa pun bubar untuk membeli makan dan setelah waktu istirahat berakhir para siswa di izinkan untuk pulang.
Hal menarik dari kegiatan ini adalah tumbuhnya rasa kepedulian siswa antar teman serta kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya dan kegiatan ini juga menumbuhkan cinta lingkungan pada diri siswa.
Siswa akan lebih menghargai alam, lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan terbiasa menjaga lingkungan sekitar. Nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kerja sama, peduli lingkungan, dan disiplin juga akan tertanam secara alami.
Kegiatan ko kurikuler sederhana seperti membersihkan kelas dan berkebun mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya sangat besar.
Bukan hanya kelas yang menjadi bersih atau kebun yang menjadi rapi, tetapi juga tumbuhnya karakter positif dalam diri siswa.
Mereka belajar dengan cara yang menyenangkan, alami dan penuh makna.Sabtu ini menjadi kenangan indah bagi siswa kelas 5. Keseruan membersihkan kelas dan berkebun tidak hanya meninggalkan hasil nyata berupa lingkungan yang bersih dan kebun yang tertata.
Tetapi juga meninggalkan pelajaran hidup yang akan mereka bawa kemasa depan. Dari kegiatan ini, mereka belajar bahwa bekerja sama itu menyenangkan, menjaga lingkungan itu penting, dan setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membawa hasil serta kegiatan yang berat jika di kerjakan secara bersama-sama akan terasa ringan.(***)