Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Bandang Isolir Malalo dan Padang Laweh, Warga Dievakuasi Lewat Danau Singkarak

Heri Sugiarto • Jumat, 28 November 2025 | 16:14 WIB

Evakuasi warga Nagari Padang Laweh Malalo dilakukan menggunakan perahu melintasi Danau Singkarak setelah banjir bandang mengisolir akses darat di Kabupaten Tanahdatar.(Foto: Prokopim)
Evakuasi warga Nagari Padang Laweh Malalo dilakukan menggunakan perahu melintasi Danau Singkarak setelah banjir bandang mengisolir akses darat di Kabupaten Tanahdatar.(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Nagari Padang Laweh dan Guguak Malalo, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, terisolir akibat banjir bandang setelah hujan lebat yang terjadi beberapa hari terakhir. Warga terdampak dievakuasi melalui jalur air menggunakan perahu di Danau Singkarak, Kamis (27/11/2025).

Bupati Tanahdatar Eka Putra meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Batipuh Selatan. Ia didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Ten Feri, Ketua PMI Tanahdatar, Lise Eka Putra, Direktur PDAM Muhammad Nazwir, Camat Batipuh Selatan, serta Wali Nagari Batu Taba.

Peninjauan dilakukan dengan menggunakan perahu menyusuri Danau Singkarak untuk menjangkau warga yang terisolir di Nagari Padang Laweh Malalo. Dalam kesempatan itu, Bupati meminta masyarakat tetap tenang dan waspada karena curah hujan masih tinggi.

Pemerintah daerah mengimbau warga yang berada di zona rawan agar bersedia diungsikan ke lokasi yang lebih aman. Pengungsian dipusatkan di Tanjung Mutiara, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan. Evakuasi dilakukan melalui jalur danau menggunakan perahu.

Usai meninjau lokasi, Bupati Eka Putra bersama Wakil Bupati Ahmad Fadly, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, staf ahli, asisten, dan kepala OPD menggelar rapat evaluasi.

Rapat membahas langkah cepat untuk mengantisipasi perluasan dampak bencana. Bupati menginstruksikan seluruh unsur terkait untuk menjalankan tugas masing-masing serta memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi, termasuk logistik, obat-obatan, dan selimut.

Berdasarkan data sementara dari Camat Batipuh Selatan, jumlah pengungsi yang tiba di Jorong Tanjung Mutiara tercatat 125 jiwa. Sebanyak 60 jiwa dijemput keluarga, sementara 65 jiwa mengungsi di Masjid Taqwa, rumah relawan, dan TPA.

Kerusakan sementara di Nagari Padang Laweh Malalo meliputi 10 unit rumah rusak berat, 1 unit jembatan rusak ringan, dan 1 unit rumah ibadah rusak ringan, dengan jumlah pengungsi 1.043 jiwa.

Di Nagari Sumpur, tercatat 11 rumah hanyut, 9 rumah rusak berat, 10 rumah rusak sedang, 5 rumah rusak ringan, 1 jembatan rusak berat, 1 sekolah, 1 rumah ibadah, 1 irigasi, dan 4 unit hand tractor rusak, dengan jumlah pengungsi 331 jiwa.

Sementara itu, di Nagari Guguak Malalo, kerusakan meliputi 9 rumah rusak berat, 6 rumah rusak sedang, 3 jembatan putus total, 1 jembatan rusak berat, 1 sekolah, 2 rumah ibadah, serta 8 saluran irigasi rusak. Jumlah pengungsi di wilayah ini tercatat 1.300 jiwa.

Hingga berita ini diturunkan, data masih bersifat sementara. Pemerintah daerah terus melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak, lahan pertanian yang rusak, serta perkembangan situasi kebencanaan di Tanahdatar.

Editor : Heri Sugiarto
#Malalo #Padang Laweh #Pemkab Tanahdatar #terisolir banjir #Eka Putra #bencana tanahdatar #Danau Singkarak