Saat berada di lokasi, rombongan melihat kondisi pengungsi di tenda-tenda darurat serta proses pembersihan material banjir yang menyumbat aliran sungai.
Bupati juga menerbangkan drone untuk memantau kondisi perbukitan yang sebelumnya mengalami longsor.
“Potensi dan ancaman bencana selalu ada. Dari hasil pantauan kami dengan drone, ke arah bukit masih terjadi longsor dan material kayu besar masih menimbun. Ini bisa berakibat banjir bandang lagi,” ujar Bupati.
Ia mengimbau warga di Padang Laweh dan Guguak Malalo agar bersedia diungsikan demi keselamatan.
Enam Titik Banjir dan Upaya Penanganan
Bupati menyampaikan, banjir bandang di Batipuh Selatan terjadi di enam titik berbeda. Pemerintah daerah saat ini terus berupaya mengevakuasi warga karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan.
Sebagai langkah awal, posko pengungsi dan dapur umum telah didirikan di Nagari Batu Taba.
Selain itu, dapur umum dari Polri juga dibuka di Nagari Padang Laweh Malalo. Bantuan makanan dan sembako terus didistribusikan kepada warga terdampak.
“Alat berat juga sudah kami turunkan untuk membersihkan material banjir dan membuka akses jalan evakuasi, sekaligus untuk menyalurkan makanan lewat darat karena saat ini akses dan sebelumnya hanya melalui danau,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati juga meninjau kondisi jalan amblas, rumah hampir terbelah, serta jalan retak di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh.
Di lokasi tersebut, tercatat 12 rumah terdampak dan 130 kepala keluarga mengalami kesulitan ke luar dari wilayah itu. Pemerintah daerah pun meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Untuk pengungsi yang memiliki anak balita, pemerintah daerah meminta lokasi pengungsian dipisahkan dari pengungsi dewasa guna mencegah penyakit dan memastikan kebutuhan gizi terpenuhi. Pada waktu yang sama, Tim Penggerak PKK juga menyalurkan bantuan perlengkapan bayi, bantal, dan tikar.
Usai dari Batu Taba dan Malalo, Bupati melanjutkan peninjauan ke Batipuah Baruah dan Nagari Tambangan sembari menyerahkan bantuan lanjutan kepada warga terdampak.(*)
Editor : Heri Sugiarto