Siaran bertema “Sumbar Darurat Bencana” tersebut dipandu presenter Rita Ismael dan turut dihadiri Asisten II Ten Feri, Kadis Kominfo Dedi Tri Widono, Kadis Kesehatan Aries Sumantri, serta Sekretaris BPBD.
Bupati Eka Putra menjelaskan, pada tiga hari pertama pasca bencana, tim Satgas Bencana mengalami kesulitan menjangkau wilayah terdampak.
Bencana yang terjadi di Nagari Sumpur, Padang Laweh Malalo, dan Guguak Malalo memutus akses transportasi darat sehingga warga sempat terisolasi.
“Kami menyalurkan bantuan melalui jalur air menggunakan kapal dan boat,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga dari wilayah tersebut telah dievakuasi melalui jalur danau menuju posko pengungsian di Nagari Batu Taba serta beberapa rumah penduduk yang aman di nagari sekitar.
Hingga saat ini tercatat 6.418 warga mengungsi di 11 kecamatan dan 35 nagari terdampak. Bupati Eka Putra berharap informasi melalui siaran radio dapat membantu penyebaran kabar mengenai kondisi bencana di Tanah Datar dan mendorong penyaluran bantuan.
Bupati menyampaikan bahwa pihaknya bersama Dandim 0307, Polres, BPBD, Dinas Kesehatan, Satgas Kecamatan, Satgas Nagari, dan para relawan terus bekerja membantu masyarakat terdampak.
Ia mengatakan turun langsung setiap hari untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, mulai dari makanan, air bersih, hingga kebutuhan bayi dan ibu.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh instansi di tingkat provinsi, daerah tetangga, serta perantau.
Bantuan dari pemerintah, swasta, dan berbagai pihak kini telah mulai masuk ke posko maupun langsung kepada warga.
Hingga Senin (1/12/2025) sore, data sementara mencatat 67 unit rumah hanyut, 131 unit rumah rusak berat, 29 ruas jalan rusak berat, 20 jembatan putus, 33 saluran irigasi rusak, dengan 3 korban meninggal dan 1 orang masih hilang.(*)
Editor : Heri Sugiarto