Kunjungan tersebut dilakukan di posko pengungsian yang berlokasi di Masjid Nurul Hidayah, sekaligus untuk menyerahkan sejumlah bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, baby kit, serta satu unit genset untuk mendukung kebutuhan dasar para pengungsi.
Dalam agenda tersebut, Bupati Eka Putra didampingi anggota DPRD Tanahdatar Yonnarlis, Dandim 0307 Tanahdatar Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ten Feri, Kabag Prokopim Roza Melfita, Camat Batipuh Rifka Akbar, Wali Nagari, serta jajaran OPD terkait.
Rombongan harus menempuh akses jalan perbukitan menuju Jorong terluar Nagari Batipuah Baruah yang sebelumnya sempat terputus akibat bencana.
Bupati Eka Putra menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat mengunjungi lokasi pengungsian. Ia menjelaskan keterlambatan disebabkan kondisi akses jalan yang baru bisa dilalui serta padatnya agenda penanganan di wilayah terdampak lainnya.
“Bapak dan ibuk Jorong Gunung Bungsu, saya mohon maaf baru bisa datang hari ini. Alhamdulillah, bersama pak Dandim dan Kapolres kami membawa bantuan beras, minyak goreng, sarden, dan baby kit. Semoga bermanfaat,” ujarnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Ia meminta warga segera mengungsi ke lokasi aman jika hujan kembali turun dan melaporkan setiap kebutuhan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat.
Eka Putra menegaskan pemerintah daerah akan menurunkan alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus. Perbaikan jalur menuju Tambangan dan Padangpanjang menjadi prioritas, karena merupakan jalur utama bagi anak-anak sekolah dari Jorong Gunung Bungsu.
“Insya Allah akan ditangani secepatnya sehingga minimal dapat dilalui sepeda motor untuk aktivitas sekolah,” katanya.
Sementara itu, Wali Jorong Gunung Bungsu, Armadius, mengapresiasi kunjungan dan bantuan yang diberikan pemerintah daerah. Ia menyebut langkah tersebut memberi dorongan moral bagi warga yang terdampak.
Armadius menjelaskan bahwa bencana longsor dan banjir yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengisolasi 17 kepala keluarga serta merusak lahan pertanian dan akses jalan setempat. Setelah kejadian, warga bersama-sama melakukan gotong royong untuk mengevakuasi masyarakat ke tempat aman, termasuk ke masjid dan rumah kerabat.
“Ketika hujan, masyarakat kembali mengungsi ke masjid ini,” ujarnya.
Editor : Heri Sugiarto