Rombongan tiba di Mega Mendung, Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, salah satu titik yang mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang.
Menteri PU melihat kondisi pemukiman yang porak poranda serta kerusakan pada jalan arteri penghubung Kota Padang, Padangpanjang, Bukittinggi hingga ke Pekanbaru.
Usai peninjauan di Mega Mendung, rombongan melanjutkan agenda ke Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Lokasi ini juga mengalami kerusakan berat, termasuk putusnya akses jalan di Nagari Sumpur dan hancurnya sejumlah rumah warga di Tanjung Sawah.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa Kementerian PU telah mengusulkan anggaran sekitar Rp13 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi seluruh infrastruktur yang terdampak bencana di Sumatera Barat, termasuk Tanahdatar.
“Kita sudah mengusulkan khusus untuk Sumbar itu sekitar Rp13 triliun, namun itu baru personal. Nanti akan dibuat usulan tertulis kepada Presiden,” ujarnya.
Ia menegaskan Kementerian PU bersama pemerintah daerah dan pihak terkait akan mempercepat langkah perbaikan infrastruktur.
“Kita akan bereskan semua infrastruktur yang terdampak dan sesuai arahan Presiden Prabowo akan dikerjakan ulang oleh pemerintah pusat,” kata Dody.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade yang turut mendampingi menambahkan bahwa Kementerian PU telah mendata seluruh infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Data tersebut mencakup kerusakan jalan nasional, provinsi, kabupaten, hingga jaringan jalan perkotaan.
Selain itu, pendataan juga meliputi irigasi, gedung perkantoran, rumah ibadah, sekolah, madrasah, dan fasilitas umum lainnya. “Sudah dihitung sebesar Rp13 triliun dan ini sudah disampaikan ke Presiden,” ujar Andre.
Bupati Tanahsatar Eka Putra menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri PU beserta rombongan. Ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk segera berkoordinasi dan melakukan pendataan detail terhadap kerusakan pascabencana.
“Diminta semua OPD aktif dan gerak cepat. BPBD diminta mengoordinir dan mengawal penyusunan langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Eka Putra.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mampu menangani seluruh kerusakan tanpa dukungan pemerintah pusat.
Oleh karena itu, Eka meminta OPD segera menyiapkan dan mengirimkan proposal kebutuhan rekonstruksi, mengingat daerah lain di Sumbar yang terdampak juga membutuhkan dukungan anggaran yang sama.
Setelah peninjauan lapangan, Bupati Eka Putra bersama Wakil Bupati Ahmad Fadly, Ketua DPRD Tanahdatar Anton Yondra, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta relawan melanjutkan rapat evaluasi pascabencana di posko utama Lapangan Bola Nagari Batutaba.(*)
Editor : Heri Sugiarto