Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Bandang Berulang di Lembah Anai, Bupati Minta Kementerian PU Bangun Fly Over

Heri Sugiarto • Rabu, 10 Desember 2025 | 21:45 WIB

Bupati Tanahdatar Eka Putra bersama Wamen PU Diana Kusumawati meninjau kerusakan jalan di Lembah Anai, Rabu (9/12/2025). (Foto: Prokopim)
Bupati Tanahdatar Eka Putra bersama Wamen PU Diana Kusumawati meninjau kerusakan jalan di Lembah Anai, Rabu (9/12/2025). (Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Bupati Tanahdatar Eka Putra berharap percepatan pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, terutama jalan utama yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di kawasan Lembah Anai.

Hal itu disampaikannya saat menyambut kunjungan Ketua dan Anggota Komisi V DPR RI bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumawati, Rabu (9/12/2025), setelah sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Anggota DPR RI Andre Rosiade lebih dulu meninjau kondisi serupa di lokasi tersebut.

Eka Putra menegaskan bahwa kerusakan jalan yang terjadi berdampak langsung pada mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi, mengingat ruas tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau. Ia berharap dukungan DPR RI dapat mendorong percepatan penanganan oleh Pemerintah Pusat.

“Jalan yang rusak ini merupakan akses utama masyarakat, baik untuk mobilitas harian maupun distribusi ekonomi, karena jalan ini juga jalan utama penghubung Sumbar dan Riau. Kami berharap DPR RI mendorong Pemerintah Pusat untuk dapat mempercepat pembangunan dan perbaikan berbagai fasilitas umum di wilayah ini,” ujar Eka Putra.

Selain itu, Eka Putra mengusulkan pembangunan jalan layang (fly over) di sekitar kawasan air terjun yang kerap dilanda banjir limpasan saat hujan deras. Menurutnya, kondisi tersebut sering menyebabkan jalur tidak dapat dilalui.

“Melihat kondisi jalan yang ketika hujan air dari air terjun akan meluber ke jalan sehingga kadang tidak bisa dilalui, maka berharap dibangun jalan fly over di sana," katanya.

Berdasarkan catatan sejarah, kawasan Lembah Anai bukan pertama kali dilanda bencana. Banjir bandang dan longsor pernah terjadi pada tahun 1892 serta kembali terulang pada Mei 2024. Kedua peristiwa itu menunjukkan bahwa wilayah tersebut secara historis rawan banjir bandang akibat kondisi alam dan struktur kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai berhulu di daerah pegunungan.

Terkait kondisi masyarakat sekitar ketika banjir bandang melanda akhir November lalu yang ditanyakan Wamen PU, Eka mengatakan telah melarang membangun atau tinggal di sepadan jalan tepi sungai. "Sehingga ketika bencana kemarin terjadi, tidak ada korban jiwa di sini,” tambahnya.

Setelah peninjauan lapangan, Bupati Eka Putra bersama Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro dan Dandim 0307 Tanahdatar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi menyampaikan keputusan mengenai akses lalu lintas di jalur Lembah Anai.

Uji coba pembukaan jalur untuk kendaraan roda dua yang sebelumnya berlangsung dua hari diputuskan untuk diperpanjang hingga 16 Desember 2025.

“Sebelumnya telah kita uji coba selama 2 hari, dan melihat dan mempertimbangkan segala aspek bersama instansi terkait kita putuskan untuk memperpanjang khusus kendaraan roda 2,” kata Eka Putra.

Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro membenarkan keputusan tersebut. Ia menyebutkan bahwa akses bagi kendaraan roda dua dibuka sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sementara kendaraan roda empat dan lebih besar tetap dilarang melintas demi kelancaran proses perbaikan.

“Kita akan buka akses bagi kendaraan roda dua untuk melewati jalan ini sesuai jadwal yakni pukul 6.00 WIB sampai 8.00 WIB dan pukul 16.30 WIB sampai 18.30 WIB. Dan khusus kendaraan roda empat ke atas dilarang untuk melewati jalur ini, karena petugas sedang kebut perbaikan sehingga nantinya bisa dilewati lagi,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan selama melintas, mengingat intensitas hujan di kawasan tersebut masih cukup tinggi.

Fly Over Baik untuk Masa Depan

Sebelumnya, Pakar Ekonomi Universitas Andalas Padang Elfindri menyebutkan bahwa putusnya akses jalan nasional Padang-Bukittinggi via Lembah Anai yang juga akses ke Riau ini, bisa menjadi momenrum untuk mengusulkan pembangunan ruas alternatif jalan layang dan juga aktivasi jalur kereta api (KA).

Apalagi jika dilihat dari sejarahnya, jalur tersebut pada tahun 1892 dan 2024 pernah juga banjir bandang yang menyapu habis kawasan tersebut. Maka, ada potensi bencana serupa di masa depan.

“Kalaupun jalan terban dibangun kembali, diyakini tidak mungkin bisa lebih lebar dari sebelumnya. Apalagi potensi banjir bandang di masa depan bisa saja terjadi,” ujar Elfindri kepada Padang Ekspres pada 14 Mei 2024.

"Namun, jangka pendek tidak apa-apa dilakukan pembangunan jalan biasa dengan struktur sesuai kondisi wilayah itu. Sebelum jalan layang dibangun,” tambah dia.

Selain Elfindri, Pegiat Pariwisata Nofrins Napilus sejak tahun 2007 silam juga telah menyampaikan pentingnya jembatan layang di Lembah Anai untuk mitigasi bencana dan mendukung transportasi yang nyaman di masa depan.

Ketika itu, Nofrins mengusulkan agar dibangun fly over dari panorama tugu Semen Padang lurus melintas di atas sungai. "Sehingga lokasi jembatan tempat air terjun Anai jika banjir tidak akan mengganggu lalu lintas lagi. Dan, area itu bisa langsung jadi rest area sekalian sebagai destinasi wisata," katanya.

Menurut alumni ITB ini, Kementerian PU sudah memiliki banyak teknologi yang bisa merealisasikan pembangunan itu dengan tetap menjaga lingkungan sekitar dan destinasi wisata. "Jika mau, semua lengkap di Kementerian PU," katanya (*)

Editor : Heri Sugiarto
#fly over lembah anai #Bupati Eka Putra #air terjun anai #wamen pu #banjir bandang #fly over #lembah anai #komisi v dpr