PADEK.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Tanahdatar resmi menutup rangkaian Kegiatan Kreativitas Mahasiswa dan Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang yang berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (25/04/2026).
Penutupan kegiatan digelar di Nagari Batu Basa, Kecamatan Pariangan, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, khususnya dalam pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Bupati Tanahdatar melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Alfi Hidayati, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai tema yang diangkat mencerminkan nilai-nilai filosofi masyarakat Minangkabau dalam menyikapi perkembangan zaman.
Baca Juga: Dukcapil Pusat Kunjungi Kota Solok, Raih Peringkat 3 Terbaik Layanan Adminduk Sumbar
Menurutnya, tema “Tumbuah Sairiang Zaman, Basatah pado Kurenah” menjadi pengingat agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan identitas budaya.
Kegiatan ini, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk mewujudkan Tanahdatar sebagai daerah yang madani, berbudaya, dan sejahtera.
Ia menegaskan bahwa seni dan budaya bukan sekadar warisan, tetapi menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat yang kuat dan berdaya saing.
Pemerintah daerah juga terus menguatkan pendidikan karakter melalui berbagai Program Unggulan (Progul), termasuk pelestarian nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Baca Juga: Film AIN hingga Sekawan Limo 2, Intip Daftar Film Horor Indonesia Mei 2026
Upaya ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat.
Dalam keterangan terpisah melalui sambungan telepon pada Minggu (26/4/2026), Alfi Hidayati menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi seni dan pemerintah daerah.
Ia menyoroti peran mahasiswa, khususnya dari jurusan Karawitan, dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat nagari.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa ISI menjadi bagian dari implementasi program daerah dalam mendorong kreativitas generasi muda, terutama melalui wadah Nagari Creative Hub (NCH).
Baca Juga: LKPJ 2025 Kota Solok: Pendapatan Tembus 102,51%, Ketergantungan Dana Pusat dan Banjir Jadi Catatan
Ia berharap kolaborasi ini dapat berlanjut dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Melalui sinergi tersebut, diharapkan lahir karya seni berbasis kearifan lokal yang tetap inovatif serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di nagari.
Pemerintah Kabupaten Tanahdatar optimistis pendekatan kreatif ini dapat menjadi strategi efektif dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi.
Selain melestarikan budaya Minangkabau, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.(*)
Editor : Hendra Efison