PADEK.JAWAPOS.COM—Puluhan ibu rumah tangga di Jorong Guguak Kubang, Kenagarian Andaleh Baruh Bukik, Kabupaten Tanahdatar, bergotong royong menambal jalan rusak secara swadaya pada Jumat (8/5/2026) demi mencegah kecelakaan bagi warga dan anak sekolah.
Sejak pukul 09.00 WIB, ruas Jalan Guguak Kubang dipenuhi aktivitas para emak-emak yang turun langsung membawa ember, cangkul, sabit hingga perlengkapan kerja layaknya pekerja konstruksi. Mereka memperbaiki jalan berlubang yang selama ini dinilai membahayakan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi, para ibu terlihat mengaduk semen, mengangkut air, membersihkan rumput liar hingga meratakan tambalan jalan secara manual. Meski bekerja di bawah terik matahari, suasana gotong royong berlangsung penuh semangat dan canda tawa.
Salah seorang peserta goro, Yul, 45, mengatakan aksi tersebut dilakukan karena warga khawatir jalan rusak memicu kecelakaan, terutama bagi anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.
Baca Juga: Semen Padang FC Dibantai Persik Kediri 0-3, Jose Enrique Cetak Brace
“Kami melakukan penambalan jalan ini guna menghindari adanya anak yang terjatuh saat melalui jalan tersebut. Kalau sudah jatuh, siapa yang mau tanggung jawab? Lebih baik kami yang turun tangan sekarang,” ujar Yul di lokasi kegiatan.
Ia menegaskan seluruh kegiatan dilakukan tanpa bantuan anggaran pemerintah. Material seperti semen dan pasir dibeli dari hasil iuran masyarakat setempat.
“Sumber dana dari giat ini murni swadaya masyarakat. Kami kumpulkan sedikit demi sedikit supaya jalan ini bisa kembali layak dilewati. Kami tidak mau hanya menunggu dan melihat korban jatuh,” katanya.
Aksi para ibu itu mendapat apresiasi dari warga lainnya. Firdaus, 48, mengaku bangga melihat kepedulian kaum ibu yang rela bekerja keras demi kepentingan bersama.
Baca Juga: Sejak 2018, Program GENTING PT Semen Padang Dampingi Ibu Hamil Cegah Stunting
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas apa yang dilakukan kaum ibu-ibu tersebut. Jujur, ini di luar ekspektasi kami. Mereka membuktikan bahwa kepedulian bisa mengalahkan segalanya,” kata Firdaus.
Menurutnya, gerakan swadaya tersebut menjadi contoh nyata bahwa masyarakat bisa bergerak mandiri saat menghadapi persoalan mendesak di lingkungan mereka.
Sepanjang siang, sejumlah titik jalan berlubang mulai tertutup rapi. Pengendara yang melintas pun tampak memperlambat kendaraan sambil memberikan salam dan acungan jempol kepada para ibu yang bekerja.
Aksi gotong royong emak-emak di Andaleh Baruh Bukik itu tidak hanya memperbaiki akses jalan warga, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat pedesaan.(*)
Editor : Hendra Efison