Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

48 Warga Nagari Taluk Tanahdatar Masih Mengungsi, Trauma Banjir dan Hoaks Susulan Hantui Korban

Safrizal Putra • Minggu, 17 Mei 2026 | 11:16 WIB
 Wali Nagari Taluk, Pendi Aswil.
Wali Nagari Taluk, Pendi Aswil.

Tanahdatar, Padek.Jawapos.com – Sebanyak 48 warga Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar, hingga Sabtu (16/5/2026) masih bertahan di pengungsian pascabanjir, sementara trauma dan isu hoaks banjir susulan masih membayangi masyarakat terdampak.

Para pengungsi saat ini tersebar di dua titik, yakni Surau di Jorong Taruko dan Masjid Nurul Falah di Jorong Aliran Sungai.

Wali Nagari Taluk, Pendi Aswil, mengatakan proses pemulihan pascabanjir berjalan cepat berkat gotong royong masyarakat bersama pemerintah nagari.

“Rumah penduduk yang terdampak ada 67 unit. Sementara yang masih mengungsi sampai saat ini ada sebanyak 48 orang. Untuk recovery-nya, 98 persen rumah masyarakat sudah kita bersihkan,” ujar Pendi Aswil saat ditemui di Posko Bantuan dan Dapur Umum Kecamatan Lintau Buo, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Polresta Padang Amankan 6 Motor Knalpot Brong di Khatib Sulaiman, Semua Ditilang

Meski kondisi rumah warga mulai bersih, sebagian korban belum dapat kembali karena peralatan rumah tangga, terutama perlengkapan memasak, belum siap digunakan.

“Jika peralatan memasaknya sudah siap di rumah, kemungkinan 2-3 hari ke depan masyarakat bisa menjalankan aktivitas dengan normal,” tambahnya.

Pemerintah nagari memastikan kondisi kesehatan warga di pengungsian masih aman dan belum ditemukan laporan penyakit serius pascabanjir.

Namun demikian, kondisi psikologis warga disebut masih terguncang, terutama ketika hujan turun pada malam hari. Trauma itu diperparah dengan beredarnya informasi bohong terkait banjir susulan.

Baca Juga: 200 Hektare Lahan Pertanian Tanahdatar Terdampak Banjir, Dinas Pertanian Siapkan Bantuan Pemulihan

“Hari Rabu pascabencana, ada kami jumpai traumatik dari warga kami ketika hujan turun tengah malam, mereka takut terjadinya banjir susulan,” ungkap Pendi.

Ia menjelaskan, hoaks mengenai naiknya debit air dari daerah tetangga sempat memicu kepanikan di tengah masyarakat pengungsi.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah nagari langsung melakukan patroli menggunakan ambulans nagari untuk memastikan situasi tetap aman sekaligus menenangkan warga.

“Kami sampaikan kepada masyarakat, jangan didengarkan informasi yang tidak diketahui sumber kebenarannya. Seandainya kami sampaikan evakuasi, kami bisa mempertanggungjawabkannya,” tegasnya.

Baca Juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Minggu 17 Mei 2026: Padang Berkabut, Pariaman Diguyur Hujan Ringan

Pendi mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar untuk meminta bantuan trauma healing bagi warga terdampak banjir, khususnya masyarakat Nagari Taluk.

“Kami sudah komunikasi dengan Bupati Tanahdatar, kalau bisa dilakukan trauma healing, terkhusus Nagari Taluk mungkin,” katanya.

Pemerintah berharap pemulihan mental warga dan normalisasi aktivitas masyarakat dapat berjalan seiring dengan proses rehabilitasi rumah serta fasilitas yang terdampak banjir di wilayah tersebut.(*)

Editor : Hendra Efison
#trauma banjir #hoaks banjir susulan #Banjir Tanahdatar #Nagari Taluk #pengungsi banjir