LINTAU BUO, PADEK.JAWAPOS.COM — Sebuah truk Hino bermuatan pepaya muda terguling di jalur alternatif Jalan Godang, Jorong Gunung Seribu, Kenagarian Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar, Jumat (22/5/2026). Kecelakaan tunggal yang terjadi di ruas penghubung vital itu viral di media sosial setelah diunggah langsung oleh Wali Nagari Tigo Jangko, Mustafa Kamal.
Dalam video berdurasi 52 detik yang beredar luas di Facebook, terlihat truk bernomor polisi BA 8293 GX rebah ke sisi kiri jalan dengan kondisi muatan berserakan di sekitar lokasi.
Kendaraan roda enam tersebut diketahui mengangkut hasil pertanian berupa pepaya muda dalam jumlah besar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Barusan terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Godang Jorong Gunung Seribu, Kenagarian Tigo Jangko,” ujar Mustafa Kamal dalam video yang diunggah pada Jumat sore.
Baca Juga: Unggul Dua Poin dari Borneo, Persib Bidik Juara saat Hadapi Persijap
Peristiwa itu langsung menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Sejumlah masyarakat tampak bergotong royong membantu proses evakuasi kendaraan sekaligus memindahkan muatan dari dalam bak truk yang terbalik.
Jalur Alternatif Semakin Padat dan Rawan
Mustafa Kamal mengingatkan para pengendara agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur alternatif di kawasan Lintau Buo, terutama kendaraan pengangkut barang dengan beban berat.
Menurutnya, ruas jalan tersebut kini menjadi salah satu akses penting masyarakat karena sering digunakan sebagai jalur penghubung antarwilayah di kawasan Tanahdatar dan sekitarnya.
“Kepada kita bersama harus berhati-hati menempuh jalan alternatif yang ada pada saat sekarang ini. Mulai dari Tanjung Bonai Aur sampai pintu masuk atau pintu keluar di Balai Jumak,” katanya.
Baca Juga: OJK: Sektor Jasa Keuangan Sumbar Tumbuh Solid, Kredit Tembus Rp75,50 Triliun pada Maret 2026
Dari pantauan di lokasi, badan jalan yang relatif sempit serta kondisi tikungan diduga menjadi faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan bermuatan berat.
Beberapa warga menyebut jalur tersebut cukup rawan dilalui kendaraan besar karena minim bahu jalan dan memiliki kontur menurun di sejumlah titik.
Warga Evakuasi Muatan Secara Manual
Proses penanganan dilakukan secara swadaya oleh warga bersama pengguna jalan yang melintas. Muatan pepaya muda dikeluarkan satu per satu untuk mengurangi beban kendaraan sebelum proses evakuasi lanjutan dilakukan.
Dalam video yang beredar, Mustafa Kamal juga memperlihatkan kondisi truk yang sudah tidak dapat bergerak setelah terguling.
Baca Juga: Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City Setelah Satu Dekade Meraih 20 Trofi
“Telah terjadi kendaraan atau mobil yang membawa pisang godang atau pisang tuka (pepaya muda) yang nampak dek kita seperti saat sekarang ini,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui. Namun, arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat melambat akibat badan kendaraan menutup sebagian ruas jalan.
Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa jalur alternatif di wilayah Sumatera Barat membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama bagi sopir angkutan barang.
Di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan, faktor keselamatan dan kondisi kendaraan menjadi penentu utama untuk mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi.(*)
Editor : Hendra Efison