Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

60 Huntap di Tanahdatar Rampung, PT Semen Padang Dukung Percepatan Pemulihan Pascabencana

Hendra Efison • Selasa, 30 Juni 2026 | 21:00 WIB
Huntap di Nagari Rambatan, Kabupaten Tanahdatar, yang dibangun menggunakan Sepablock (bata interlock) produksi PT Semen Padang untuk penyintas banjir bandang. Sebanyak 60 unit telah rampung, sementara 79 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Huntap di Nagari Rambatan, Kabupaten Tanahdatar, yang dibangun menggunakan Sepablock (bata interlock) produksi PT Semen Padang untuk penyintas banjir bandang. Sebanyak 60 unit telah rampung, sementara 79 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.

RAMBATAN, PADEK.JAWAPOS.COM– Sebanyak 60 unit hunian tetap (huntap) bagi penyintas banjir bandang dan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanahdatar telah selesai dibangun dan kini telah ditempati masyarakat.

Di saat yang sama, pembangunan kawasan huntap terpadu di Nagari Rambatan yang akan menambah 79 unit rumah terus dipercepat dengan target penyelesaian dalam waktu sekitar dua bulan.

Pembangunan huntap menjadi salah satu program prioritas Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera pada fase pemulihan permanen.

Kehadiran hunian tersebut tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memberi kepastian bagi warga untuk kembali menjalani kehidupan dan aktivitas ekonomi secara normal.

Bagi para penyintas, rumah yang kini mereka tempati menjadi simbol bangkit dari bencana yang melanda Tanahdatar pada 2024.

Salah seorang penyintas, Dedi Burzal, mengaku keluarganya kini dapat tinggal dengan lebih aman setelah menunggu proses pembangunan huntap.

"Rumah ini nyaman, fasilitas juga sudah lengkap. Kami merasa terbantu karena setelah bencana akhirnya memiliki tempat tinggal yang lebih aman," ujar Dedi saat ditemui, Senin (29/6/2026).

Infrastruktur dan Pertanian Dipacu Pulih

Selain membangun hunian tetap, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang menjadi penopang aktivitas masyarakat.

Hingga 2026, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan sekitar Rp897 miliar untuk memperbaiki jalan, jaringan irigasi, saluran air, serta berbagai infrastruktur dasar yang rusak akibat bencana.

Pemulihan sektor pertanian juga menjadi perhatian agar roda perekonomian masyarakat kembali bergerak.

Pemerintah menganggarkan sekitar Rp52 miliar untuk rehabilitasi lahan melalui optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi perpipaan maupun nonperpipaan, serta pengembangan lahan nonrawa.

Sementara itu, melalui BNPB dan BPBD Kabupaten Tanahdatar, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp112 miliar untuk membangun dua jembatan di kawasan Singgalang dan Tanjung Alam serta memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan.

Di sisi lain, akses jalan nasional di kawasan Lembah Anai ditargetkan kembali berfungsi penuh pada akhir Juli 2026 guna memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

PT Semen Padang Dukung Pemulihan Berkelanjutan

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan perseroan mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak.

Menurutnya, pembangunan huntap bukan hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi bagi masyarakat untuk kembali menata kehidupan setelah terdampak bencana.

"Sebagai perusahaan yang tumbuh bersama masyarakat Sumatera Barat, PT Semen Padang berkomitmen mendukung setiap upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Kami berharap pembangunan hunian tetap ini tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga menjadi awal kebangkitan masyarakat untuk kembali beraktivitas, membangun perekonomian keluarga, dan menatap masa depan dengan optimistis," kata Win Bernadino.

Pemerintah Percepat Rekonstruksi Pascabencana

Bupati Tanahdatar Eka Putra mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan pascabencana. Mulai dari pembangunan huntap, perbaikan infrastruktur, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur pengendali bencana. Semua dilakukan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Selain pembangunan huntap dan infrastruktur dasar, pemerintah juga mempercepat pembangunan sabo dam sebagai langkah mitigasi bencana.

Dari 10 unit yang direncanakan, dua unit telah selesai dibangun, sedangkan delapan unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Infrastruktur pengendali sedimen tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko banjir bandang dan aliran material saat curah hujan tinggi, sehingga proses pemulihan di Tanahdatar dapat berlangsung secara berkelanjutan.(*)

Editor : Hendra Efison
#huntap Tanahdatar #Satgas PRR Sumatera #pt semen padang #Pemulihan Pascabencana