Kotoran Burung Kuntul Penuhi Kawasan Dekranasda Tanah Datar, Pegawai Keluhkan Bau Menyengat

Safrizal Putra • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 09:29 WIB
(DOKUMENTASI PRIBADI)
(DOKUMENTASI PRIBADI)

PADEK.JAWAPOS.COMKawasan sekitar Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, diselimuti aroma tak sedap akibat ratusan burung kuntul yang menjadikan pepohonan rindang di lokasi tersebut sebagai tempat bertengger. Keberadaan kawanan burung itu menyebabkan tumpukan kotoran yang mencemari area parkir, trotoar, hingga sejumlah fasilitas umum di sekitarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (29/7/2026) pagi, kotoran burung berwarna putih tampak menutupi sebagian area parkir kendaraan dan jalur pejalan kaki di depan Kantor Dekranasda. Bau menyengat yang ditimbulkan membuat sejumlah pejalan kaki dan masyarakat yang melintas menutup hidung serta mempercepat langkah untuk menghindari aroma tidak sedap tersebut.

Tidak hanya di sekitar gedung Dekranasda, ceceran kotoran burung juga terlihat mengotori pagar di belakang Pos Pengamanan Kompleks Indo Jolito hingga tanaman pepaya yang tumbuh di kawasan tersebut.

Baca Juga: Rumah Layak Huni PT Semen Padang Dibangun dengan Sepablock, Lebih Cepat dan Kokoh

Kondisi lingkungan yang mendadak tampak kumuh dan berbau mulai menimbulkan keresahan bagi pegawai maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan perkantoran pemerintahan itu. Selain mengganggu kenyamanan, tumpukan kotoran juga dikhawatirkan dapat merusak kebersihan fasilitas umum jika tidak segera ditangani.

Salah seorang pegawai Kantor Dekranasda Tanah Datar, Ade, mengatakan fenomena tersebut telah berlangsung sekitar dua pekan dan hingga kini masih terjadi setiap hari.

"Kami sudah mencoba membersihkan bersama pegawai lainnya setiap pagi dengan menggunakan sapu. Setelah disapu, lalu kita siram menggunakan air. Namun, keesokan harinya saat pagi, sudah kembali kita jumpai hal yang sama," ujar Ade saat ditemui di lokasi, Rabu (29/7).

Baca Juga: Lolos Kampus Luar Negeri, Nayla Pilih Unand agar Tak Membebani Orang Tua

Menurutnya, keberadaan burung kuntul yang terus bertengger di pepohonan depan kantor menyebabkan kotoran kembali menumpuk meski area tersebut rutin dibersihkan setiap pagi.

Ade memperkirakan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar 15 hari terakhir tanpa menunjukkan tanda-tanda berkurang.

"Hal ini sudah berlangsung lebih kurang 15 hari. Kita berharap semoga keberadaan burung yang hinggap di pohon depan kantor dapat berpindah ke tempat lain, karena sangat mengganggu kenyamanan akibat aroma tak sedap dari kotoran hewan itu," katanya.

Baca Juga: Hampir Separuh Rumah Murid Terdampak Banjir, SD Bustanul Ulum Semen Padang Pulihkan Trauma Anak

Ia juga mengaku khawatir apabila kondisi tersebut terus dibiarkan karena dapat memberikan kesan kurang baik bagi tamu daerah maupun masyarakat yang berkunjung ke kawasan perkantoran.

"Jika dibiarkan, kotoran itu makin lama akan makin menumpuk. Ditambah lagi nantinya jika ada tamu-tamu daerah yang berkunjung dengan kondisi seperti ini, tentunya memberikan kesan yang kurang baik atau tidak bersih. Padahal, setiap pagi halaman kantor selalu kami bersihkan," lanjut Ade.

Berdasarkan pengamatannya, kawanan burung kuntul mulai berdatangan pada sore hari ketika hari mulai gelap dan tetap bertengger di pepohonan hingga menjelang subuh.

Baca Juga: ASPIKOM Gelar Trauma Healing bagi Siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang Pascabencana

"Burung-burung tersebut mulai menduduki pepohonan saat sore hari hingga waktu subuh," ujarnya.

Hingga Rabu (29/7), belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai langkah penanganan terhadap fenomena tersebut. Pegawai berharap ada solusi yang tetap memperhatikan kelestarian satwa sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan perkantoran, mengingat lokasi itu merupakan salah satu area yang kerap dikunjungi masyarakat maupun tamu pemerintahan. (*)

Editor : Adetio Purtama
Burung Kuntul kotoran burung kuntul Dekranasda Tanah Datar