UNP Olah Limbah Kopi Jadi Lilin Aromaterapi, Buka Peluang UMKM Baru di Tanahdatar

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 22:35 WIB

 

Tim Pengabdian Universitas Negeri Padang mendampingi peserta mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi berbahan limbah kopi dalam Program Pengabdian UNP Berdampak di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanahdatar.
Tim Pengabdian Universitas Negeri Padang mendampingi peserta mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi berbahan limbah kopi dalam Program Pengabdian UNP Berdampak di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanahdatar.

PADEK.JAWAPOS.COM Universitas Negeri Padang (UNP) melatih masyarakat Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanahdatar, mengolah limbah kopi menjadi lilin aromaterapi melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP.

Program ini bertujuan mengurangi limbah organik hasil pengolahan kopi sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis sumber daya lokal yang memiliki nilai ekonomi.

Nagari Koto Tuo merupakan salah satu sentra produksi kopi di Kabupaten Tanahdatar. Dari setiap 100 kilogram biji kopi yang diolah, dihasilkan sekitar 40 hingga 50 kilogram limbah organik berupa ampas dan kulit kopi yang sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal.

Berdasarkan hasil observasi tim pengabdian, limbah tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga emisi gas rumah kaca akibat proses dekomposisi apabila tidak dikelola dengan baik.

Ketua Tim Pengabdian UNP, Dr. Riga, S.Pd., M.Si., mengatakan limbah kopi masih mengandung senyawa aromatik alami dan komponen bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku lilin aromaterapi.

"Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual lebih tinggi sekaligus mengurangi beban lingkungan," ujar Dr. Riga.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan pengabdian sebelumnya yang memanfaatkan limbah kopi menjadi pupuk organik.

Kali ini, fokus diarahkan pada penciptaan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Libatkan Petani, Ibu Rumah Tangga, dan Pemuda Nagari

Program diikuti oleh 17 peserta yang terdiri atas petani kopi, ibu rumah tangga, serta pemuda nagari yang sedang merintis usaha mikro.

Selain memperoleh keterampilan teknis, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai inovasi produk, pengemasan, dan pemasaran.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi pada 24 Juni 2026, kemudian dilanjutkan pelatihan utama pada 9 Juli 2026.

Pelatihan dibuka oleh Camat Sungai Tarab Mulkhairi, S.Pd., bersama Wali Nagari Koto Tuo Ismet Kht Intan Ameh dan Ketua Tim Pengabdian UNP.

Wali Nagari Koto Tuo menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut karena dinilai mampu membuka peluang usaha baru berbasis komoditas unggulan daerah.

Sementara itu, Camat Sungai Tarab menilai kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar dalam mengembangkan ekonomi kreatif, memperkuat UMKM, serta mendukung program Nagari Creative Hub.

Dalam pelatihan, peserta menerima materi "Limbah Kulit Kopi dan Dampaknya terhadap Lingkungan" yang disampaikan Edi Nasra, M.Si., serta materi "Pemanfaatan Limbah Kopi menjadi Lilin Aromaterapi" oleh Bali Yana Fitri, M.Pd.

Dukung Ekonomi Sirkular dan Penguatan UMKM

Setelah sesi materi, peserta mempraktikkan langsung proses pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari formulasi bahan, pencampuran, penambahan aroma kopi, hingga teknik pencetakan. Seluruh proses didampingi tim pengabdian dan mahasiswa UNP.

Antusiasme peserta terlihat tinggi karena sebagian besar baru pertama kali mengenal teknologi pengolahan limbah kopi menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.

Program ini dijadwalkan berlanjut pada 23 Juli 2026 melalui pelatihan packaging yang akan dipandu Dr. Arif Juliari Kusnanda.

Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas kemasan, daya tarik, dan daya saing produk di pasar.

Melalui Program Pengabdian UNP Berdampak, Universitas Negeri Padang berharap masyarakat Nagari Koto Tuo mampu mengurangi limbah hasil pengolahan kopi sekaligus memperoleh keterampilan baru dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi UNP dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan ekonomi sirkular, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penciptaan peluang usaha dan penguatan UMKM, SDG 13 (Climate Action) melalui pengurangan limbah organik, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui inovasi teknologi sederhana, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan masyarakat.(*)

Editor : Hendra Efison
limbah kopi unp tanah datar Lilin Aromaterapi Nagari Koto Tuo