PADEK.JAWAPOS.COM— Kehadiran Wisata Banda Dareh di Jorong Badinah Murni, Nagari Minangkabau, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanahdatar, mulai membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Warga yang bekerja di kawasan wisata itu merasakan langsung manfaat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keluarga.
Ketua Wisata Banda Dareh, Asri A atau akrab disapa Riki, mengatakan membuka lapangan pekerjaan merupakan salah satu tujuan utama pengelolaan wisata tersebut. Karena itu, keberhasilan Banda Dareh tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan yang diperoleh.
"Alhamdulillah dengan adanya Wisata Banda Dareh ini, sudah mulai ngurangi angka pengangguran yang ada di nagari kami. Kita berharap sebagai orang yang dituakan selangkah di sini, dapat membuka lapangan kerja sebanyak mungkin untuk masyarakat yang membutuhkan kerja di sini," ujar Riki saat ditemui di lokasi wisata, Kamis (21/8/2026).
Menurut Riki, pengelola tidak menjadikan besarnya kas atau target pendapatan sebagai ukuran utama. Selama usaha dapat memenuhi kebutuhan operasional dan membayar gaji pekerja, hal tersebut dinilai sudah memberikan manfaat.
"Kita tidak butuh banyak kas ataupun pendapatan, target misalkan dalam tiga bulan harus mendapatkan 30-50 juta bukan itu. Yang penting bagi kita sudah banyak orang kerja di sini meskipun hasilnya baru cukup untuk memenuhi keperluan operasional serta membayar gaji para yang bekerja gak masalah," katanya.
Dini Mulai Mandiri
Salah satu warga yang merasakan manfaat keberadaan Banda Dareh adalah Dini. Pemudi setempat itu kini dipercaya mengelola administrasi media sosial Wisata Banda Dareh.
Dini mengatakan pekerjaan tersebut membuatnya mulai mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Penghasilan yang diperoleh bahkan dapat digunakan untuk membantu orangtuanya.
"Alhamdulillah, setelah bekerja di Wisata Banda Dareh itu, sudah bisa memenuhi kebutuhan tanpa harus minta lagi ke orang tua, bahkan juga bisa kasih orang tua uang," ungkap Dini.
Bagi Dini, pekerjaan di Banda Dareh memberikan kesempatan untuk lebih mandiri secara finansial. Penghasilan dari pekerjaan tersebut tidak lagi hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga dapat diberikan kepada orangtuanya.
Suci Terbantu Penuhi Kebutuhan Anak
Manfaat ekonomi juga dirasakan Suci, seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pencuci piring di kawasan wisata tersebut.
Pekerjaan itu membantu Suci memenuhi kebutuhan keluarga, khususnya biaya untuk anak. Menurutnya, penghasilan yang diperoleh dari Banda Dareh membuat beban ekonomi keluarga menjadi lebih ringan.
"Bahwa semenjak bekerja di Wisata Banda Dareh itu, tidak terlalu khawatir dengan biaya buat anak. Dan sangat meringankan beban ekonomi keluarga," terangnya.
Cerita Dini dan Suci menunjukkan manfaat keberadaan Banda Dareh tidak berhenti pada aktivitas wisata. Kehadiran pengunjung menciptakan kebutuhan tenaga kerja yang kemudian diisi oleh masyarakat setempat.
Kesempatan Kerja dari Potensi Nagari
Banda Dareh mulai beroperasi dan ramai dikunjungi sejak 2025. Kawasan tersebut sebelumnya merupakan alur bandar yang dimanfaatkan untuk budi daya ikan pada 2022 hingga 2024.
Setelah dikembangkan menjadi destinasi wisata, kawasan itu menyediakan berbagai aktivitas yang membutuhkan keterlibatan masyarakat. Warga dapat terlibat dalam kegiatan operasional sesuai kebutuhan pengelola.
Bagi Riki, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari tujuan pengelolaan Banda Dareh. Ia ingin perkembangan wisata berjalan seiring dengan bertambahnya kesempatan kerja bagi warga.
"Soalnya dasar kita membuka usaha, untuk membuka lapangan pekerjaan, memanusiakan manusia dan kita tidak lari dari tujuan awal," ujarnya.
Banda Dareh kini menjadi salah satu ruang baru bagi masyarakat Nagari Minangkabau untuk mendapatkan pekerjaan. Dari aktivitas wisata yang berkembang, manfaat ekonomi mulai dirasakan warga yang terlibat langsung dalam pengelolaannya.(*)
Editor : Hendra Efison