PADEK.JAWAPOS.COM--Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Danantara di Ladang Laweh, Jorong Rambatan, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Tanahdatar, terus dipercepat. Kontraktor bahkan menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada pertengahan Oktober 2026.
Direktur Utama PT Narendra Hutama Karya, Sigit, mengatakan proyek tersebut sebelumnya diproyeksikan selesai pada November 2026. Namun, pihaknya berupaya mempercepat penyelesaian dengan memaksimalkan waktu dan dukungan material selama pekerjaan berlangsung.
“Kami maksimalkan waktunya sampai November. Tapi kalau bisa, saya minta pertengahan Oktober semuanya sudah selesai,” kata Sigit saat meninjau lokasi Huntap, Kamis (24/9/2026).
Pembangunan Huntap Danantara mencakup 79 unit rumah tipe 36. Hingga 24 September 2026, sebanyak 63 unit telah selesai dikerjakan. Pembangunan dilakukan di atas lahan berukuran 9,6 × 12,5 meter untuk setiap rumah.
Menurut Sigit, pekerjaan menghadapi tantangan berupa kondisi tanah dan faktor cuaca. Namun, ketersediaan material yang berjalan lancar membantu kontraktor menjaga ritme pembangunan.
Ia menyebut dukungan PT Semen Padang melalui penyediaan semen dan Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) turut membantu percepatan pekerjaan.
Skema pembayaran dengan tempo juga memberikan ruang operasional bagi kontraktor selama pembangunan berlangsung.
“Dukungan dari PT Semen Padang sudah maksimal. Kami sudah diberikan tempo untuk semennya, tempo untuk SEPABLOCK-nya. Itu sangat membantu kami,” ujarnya.
Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar sebelumnya meninjau langsung progres pembangunan Huntap bersama Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Kepala Komunikasi dan Sekretariat Idris, Kepala BIP & Application Unit Yelmi Arya Putra, serta SEPABLOCK Expert Prof. Dr. Eng. Ir. Jafril Tanjung, MT., IPU., ASEAN.Eng.
Peninjauan dilakukan untuk melihat progres fisik sekaligus memastikan penggunaan SEPABLOCK sesuai kebutuhan pembangunan rumah.
Proyek Huntap Danantara sendiri diresmikan Kepala BP BUMN/COO Danantara Dony Oskaria pada 19 Februari 2026 sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana di Tanahdatar.(*)
Editor : Hendra Efison