Api Porprov XVI Diambil di Pariangan, Simbol Persatuan 19 Kabupaten dan Kota Sumbar

Safrizal Putra • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 19:39 WIB
Sejumlah tokoh mengenakan pakaian adat saat prosesi penyalaan dan pengambilan Api Obor Porprov XVI Sumatera Barat 2026, di Nagari Pariangan, Tanahdatar, Rabu (30/9/2026).
Sejumlah tokoh mengenakan pakaian adat saat prosesi penyalaan dan pengambilan Api Obor Porprov XVI Sumatera Barat 2026, di Nagari Pariangan, Tanahdatar, Rabu (30/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM — Api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 resmi diambil dalam prosesi di Lapangan Sulthan Suri Maharajo Dirajo, Nagari Pariangan, Kabupaten Tanahdatar, Rabu (30/9/2026).

Prosesi tersebut menjadi awal perjalanan kirab api Porprov XVI yang akan dibawa melintasi sejumlah daerah sebelum disemayamkan pada acara pembukaan di Kota Padang.

Porprov XVI Sumbar sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026.

Pemilihan Pariangan sebagai lokasi pengambilan api memiliki makna sejarah dan budaya.

Nagari tersebut dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah di Minangkabau sehingga prosesi pengambilan api menjadi bagian dari penghormatan terhadap akar budaya daerah.

Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, mengatakan api Porprov bukan sekadar bagian dari rangkaian seremonial. Menurutnya, api tersebut menjadi simbol persatuan 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

"Kita ingin api ini terus menyala. Api ini kita jaga bersama sebagai simbol semangat untuk menyukseskan Porprov Sumatera Barat," ujar Hamdanus.

Ia mengatakan semangat tersebut tidak hanya diperlukan selama pelaksanaan Porprov, tetapi juga untuk perjalanan pembinaan olahraga Sumatera Barat ke depan.

"Api ini adalah api yang mempersatukan 19 kabupaten dan kota. Kita ingin api ini kita jaga, jangan sampai padam. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk perjalanan olahraga Sumatera Barat ke depan," tambahnya.

Sekdakab Tanahdatar, Abdurrahman Hadi, menyebut pemilihan Nagari Pariangan memiliki bobot historis dan nilai kebudayaan bagi masyarakat Minangkabau.

"Prosesi ini merupakan penghormatan terhadap sejarah, akar budaya, dan nilai-nilai luhur yang ada di Pariangan," ungkap Abdurrahman.

Menurutnya, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenalkan potensi Nagari Pariangan secara lebih luas.

Ia berharap api yang diambil dari Pariangan dapat membawa semangat pantang menyerah, sportivitas, persatuan, dan kesadaran bersama.

"Kita berharap dari ajang ini lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama daerah, Sumatera Barat, bahkan Indonesia di tingkat yang lebih tinggi," tuturnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri, mengingatkan bahwa prosesi pengambilan api serupa pernah dilaksanakan pada 2018.

"Kalau kita ingat kembali, prosesi pengambilan api ini pernah dilaksanakan pada tahun 2018. Artinya, kegiatan ini telah menjadi bagian dari perjalanan olahraga Sumatera Barat," jelas Adib.

Ia mengatakan pemilihan Pariangan sebagai lokasi pengambilan api juga menjadi bentuk penghormatan terhadap asal-usul dan tradisi daerah.

"Pariangan adalah kawasan yang bersejarah di Sumatera Barat. Karena itu, pengambilan api dari Pariangan merupakan bentuk penghormatan terhadap asal-usul dan tradisi yang ada di daerah ini. Api obor ini merupakan simbol kebersamaan dan kekayaan budaya Sumatera Barat yang harus terus kita lestarikan," ujarnya.

Setelah prosesi di Pariangan, rombongan petugas kirab mengawal Api Porprov menuju Kabupaten Padangpariaman untuk diinapkan sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Padang.

"Kepada tim pembawa obor, kami berharap agar berhati-hati selama perjalanan dan tetap menjaga keselamatan," pesannya.(*)

Editor : Hendra Efison
tanah datar olahraga Sumatera Barat koni sumbar Porprov XVI Sumbar pariangan