PADEK.JAWAPOS.COM – Sampah di kawasan hulu berpotensi mengancam kualitas sumber air baku di Kabupaten Tanah Datar. Perumdam Tirta Alami menyiapkan lima strategi untuk memperkuat perlindungan kawasan mata air dari pencemaran.
Lima strategi tersebut disepakati dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sampah di Kawasan Sumber Mata Air yang digelar Perumdam Tirta Alami di Aula Kantor Perumdam Tirta Alami, Rabu (30/9/2026).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Tanah Datar, Januar Pempri mengatakan, aktivitas manusia yang tidak terkontrol di sekitar kawasan hulu dapat berdampak terhadap kualitas dan debit air baku.
Menurutnya, pembuangan sampah secara liar di kawasan hulu juga berpotensi memicu pencemaran mikroplastik serta kontaminasi zat kimia berbahaya.
“Aktivitas manusia yang tidak terkontrol di sekitar hulu berpotensi memicu pencemaran mikroplastik, kontaminasi zat kimia berbahaya, hingga memicu penurunan debit dan kualitas air baku secara drastis jika tidak segera diantisipasi,” kata Januar.
Sebagai langkah antisipasi, Perkim LH bersama Perumdam Tirta Alami menyepakati lima strategi perlindungan sumber mata air.
Strategi pertama berupa penerapan zonasi proteksi dengan radius steril sampah di sekitar mata air. Kedua, pengangkutan sampah secara terjadwal menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Ketiga, penyediaan tempat sampah terpilah yang kedap air. Keempat, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pembatasan plastik sekali pakai di kawasan wisata air.
Strategi kelima yakni membentuk Kader Peduli Mata Air dengan melibatkan tokoh pemuda dan masyarakat setempat.
Direktur Perumdam Tirta Alami Tanah Datar, Dr. Inoki Ulma Tiara mengatakan, perlindungan sumber mata air menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan air kepada pelanggan.
“Kalau sumber airnya baik dan bersih dari hulu, maka air yang diterima oleh pelanggan akan baik pula. Oleh karena itu, pembersihan sampah yang ada di sumber air harus menjadi prioritas utama seluruh personel kami,” ujar Inoki.
Bimtek tersebut diikuti seluruh jajaran staf Perumdam Tirta Alami. Kegiatan itu sekaligus menjadi dukungan terhadap program unggulan Pemkab Tanah Datar, Satu Nagari Satu Bank Sampah.
Selain perlindungan lingkungan, kawasan mata air juga diarahkan untuk dikembangkan sebagai destinasi Edu-Ekowisata. Konsep tersebut diharapkan dapat menjaga ekosistem sumber air sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat nagari.
Perlindungan sumber air akan melibatkan Perumdam Tirta Alami, Dinas Perkim LH, pemerintah nagari, serta komunitas peduli lingkungan.(*)
Editor : Hendra Efison