Kabut Asap Selimuti Tanah Datar, Warga Keluhkan Sesak dan Mata Pedih

Safrizal Putra • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:15 WIB
Kondisi kabut asap terpantau dari Lereng Bukit Marapalam, Jorong Baruh Bukit, Nagari Andaleh Baruh Bukit, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (8/10/2026). (SAFRIZAL/PADEK)
Kondisi kabut asap terpantau dari Lereng Bukit Marapalam, Jorong Baruh Bukit, Nagari Andaleh Baruh Bukit, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (8/10/2026). (SAFRIZAL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM—Ancaman kabut asap kembali membayangi kawasan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Gumpalan asap cukup tebal terlihat menyelimuti kawasan Luhak Nan Tuo, tepatnya dari Lereng Bukit Marapalam, Jorong Baruh Bukit, Nagari Andaleh Baruh Bukit, Kecamatan Sungayang, Kamis (8/10/2026).

Pantauan langsung Padang Ekspres pada Kamis pukul 09.57 WIB menunjukkan gumpalan asap berwarna putih keabu-abuan tampak memapar kawasan tersebut. Kondisi itu membuat pemandangan dari Lereng Bukit Marapalam yang biasanya terlihat jelas menjadi samar tertutup kabut asap.

Munculnya kabut asap tersebut turut memicu kekhawatiran masyarakat setempat. Selain mengganggu jarak pandang, warga yang beraktivitas di luar rumah mulai merasakan dampak dari kondisi udara yang mereka keluhkan semakin tidak nyaman.

Baca Juga: Kabut Asap Bikin Udara Solok Selatan Tidak Sehat, Sekolah Terapkan PJJ

Salah seorang warga yang beraktivitas di sekitar Lereng Bukit Marapalam, Reky (46), mengaku mulai merasakan gangguan saat berada di luar rumah dalam waktu cukup lama.

"Napas terasa agak berat dan dada mulai sesak kalau beraktivitas lama di luar rumah. Udara terasa sangat pengap dan membikin tenggorokan tidak enak," kata Reky kepada Padang Ekspres, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman. Warga pun mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Tim Futsal Kota Payakumbuh Siap Hadapi Pasaman di Delapan Besar Porprov Sumbar

Keluhan serupa disampaikan Depra (46), warga setempat lainnya. Ia mengaku matanya kerap terasa pedih dan dadanya terasa sesak ketika terlalu lama terpapar asap di luar rumah.

"Mata sering pedih dan dada terasa sesak kalau terus-terusan kena asap di luar. Kalau dibiarkan begini terus, kita khawatir anak-anak dan orang tua makin gampang sakit," ujar Depra.

Puskesmas Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Menyikapi keluhan warga serta kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut, pihak layanan kesehatan setempat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan yang mungkin muncul.

Baca Juga: BI Sumbar Dorong Generasi Profesional Adaptif Hadapi Perubahan Ekonomi dan Digitalisasi

Kepala UPT Puskesmas Sungayang, dr. Iranovitha Dewy, mengimbau masyarakat untuk membatasi paparan langsung terhadap udara luar selama kondisi kabut asap berlangsung.

"Kami menghimbau masyarakat agar memakai masker saat beraktivitas dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu," ujar dr. Iranovitha Dewy saat dikonfirmasi Padang Ekspres.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan di tengah keluhan warga terhadap kondisi udara. Masyarakat diminta memperhatikan kondisi kesehatan dan mengurangi paparan udara luar, khususnya ketika harus melakukan aktivitas di kawasan yang terdampak asap.

Baca Juga: Babak 8 Besar Sepak Bola Porprov XVI Sumbar 2026: 8 Tim Berebut Tiket Semifinal

Kabut asap juga menjadi perhatian warga karena dikhawatirkan berdampak terhadap kelompok yang dinilai lebih rentan, seperti anak-anak dan orang lanjut usia.

Masyarakat setempat berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menanggulangi sumber asap. Warga juga berharap bantuan penunjang kesehatan, seperti masker, dapat dibagikan secara merata untuk membantu mengurangi risiko paparan asap.

Di tengah kondisi tersebut, warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak kesehatan maupun instansi terkait hingga kondisi udara kembali membaik. (*)

Editor : Adetio Purtama
sesak napas mata perih tanah datar Sungayang kabut asap