PADEK.JAWAPOS.COM — Tim Inovasi Reptile Keeper Squad (RKS) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tanahdatar mengevakuasi dua ekor ular jenis piton di dua lokasi berbeda pada Senin (12/10/2026) malam dan Rabu (14/10/2026) pagi. Petugas bergerak setelah menerima laporan warga yang menemukan ular di sekitar tempat tinggal mereka.
Kepala Bidang Damkar Kabupaten Tanahdatar, Suradi, membenarkan dua evakuasi tersebut saat dikonfirmasi Padang Ekspres pada Rabu (14/10/2026).
Penanganan pertama berlangsung pada Senin (12/10) sekitar pukul 23.34 WIB di Jorong Empat Korong, Nagari Balai Tangah, Kecamatan Lintau Buo Utara. Laporan berasal dari Adisti, 19, seorang pelajar yang tinggal di wilayah tersebut.
“Laporan pertama masuk dari seorang warga bernama Adisti (19), seorang pelajar di Jorong Empat Korong, Nagari Balai Tangah, Kecamatan Lintau Buo Utara,” ujar Suradi melalui pesan WhatsApp, Rabu (14/10/2026) pukul 11.15 WIB.
Dua Regu Damkar Dikerahkan
Menindaklanjuti laporan itu, personel Piket Regu 1 Posdam Lintau dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi ular yang berada di rumah warga.
Evakuasi kedua berlangsung pada Rabu (14/10) pagi, mulai pukul 07.19 WIB. Lokasi penemuan berada di Jorong Bulakan, Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan.
Suradi mengatakan, laporan kedua disampaikan Yori Dt Mudo, 40, seorang wiraswasta yang tinggal di kawasan tersebut.
Ia melaporkan keberadaan ular yang disebut warga sebagai sowo kopi kepada petugas Damkar.
“Untuk evakuasi di Kecamatan Rambatan ini, kami menurunkan personel dari Piket Regu 2 Mako Damkar yang dibantu oleh satu personel tambahan atas nama Jimmy,” kata Suradi.
Ular kedua tersebut dievakuasi dari area tempat tinggal warga karena keberadaannya berpotensi menimbulkan kepanikan dan mengganggu keamanan lingkungan.
Warga Diminta Melapor ke Damkar
Suradi mengimbau masyarakat Kabupaten Tanah Datar segera menghubungi posko Damkar terdekat apabila menemukan ular atau hewan yang berpotensi membahayakan di sekitar permukiman.
Warga sebaiknya tidak mencoba menangkap atau menangani ular sendiri, terutama jika tidak mengetahui jenis dan karakteristiknya.
Menjaga jarak dari hewan tersebut dan menunggu petugas datang dapat mengurangi risiko cedera.(*)