Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

79 Penerbangan Haji Terlambat

Novitri Selvia • Selasa, 6 Juni 2023 | 10:02 WIB
HANYA SATU HARI: Irjen Teddy Minahasa (dua dari kanan) berjalan meninggalkan Ruang Sidang Kode Etik Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/5). Irjen Teddy Minahasa divonis bersalah dalam kasus narkoba, yakni menukar barang bukti sabu dengan tawas. Irje
HANYA SATU HARI: Irjen Teddy Minahasa (dua dari kanan) berjalan meninggalkan Ruang Sidang Kode Etik Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/5). Irjen Teddy Minahasa divonis bersalah dalam kasus narkoba, yakni menukar barang bukti sabu dengan tawas. Irje
Kementerian Agama (Kemenag) tidak hentinya mengingatkan maskapai untuk tepat waktu dalam penerbangan haji 2023. Catatan dari sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) Kemenag sampai tadi malam (5/6) ada 79 penerbangan yang telat. Hanya ada 28 penerbangan tepat waktu dan 103 lebih cepat dari jadwal.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab menuturkan sampai dengan hari ke-13 pemberangkatan haji, masih terdapat kasus keterlambatan. Baik itu di maskapai Garuda Indonesia maupun Saudia Airlines.

Dia meminta maskapai penerbangan untuk serius memperhatikan kenyamanan jamaah haji. Maskapai harus menunjukkan sikap yang lebih kooperatif dan informatif. “Maskapai harus lebih kooperatif dalam menginformasikan setiap perubahan atau keterlambatan penerbangan. Maskapai juga harus lebih solutif,” tegas Saiful kemarin.

Menurutnya tingkat perubahan dan keterlambatan jadwal penerbangan jamaah haji Indonesia tahun 2023 sudah cukup tinggi. Keterlambatan yang cukup signifikan, angkanya lebih dari 15 kali keterlambatan atau perubahan jadwal.

Padahal, saat ini masih dalam tahapan pemberangkatan gelombang pertama yang berlangsung dari 24 Mei sampai 7 Juni 2023. Saiful menuturkan, perwakilan maskapai di asrama haji, tidak hanya untuk menyiapkan jadwal.

“Namun juga untuk menjelaskan dan meminta maaf ke jamaah bila ada perubahan jadwal penerbangan. Sebab, jadwal yang disepakati sebelumnya sudah disosialisasikan ke jamaah,” jelasnya.

Saiful meminta ketepatan jadwal keberangkatan menjadi perhatian serius bagi pihak maskapai. Supaya keterlambatan tidak terus terjadi. Menurut dia, apa yang menjadi kesepakatan kontrak harus dipenuhi.

Saiful mengingatkan maskapai bahwa perubahan jadwal penerbangan mengakibatkan efek domino. Efek ini mengganggu pemenuhan layanan kepada jamaah. Mulai di asrama haji, maupun di Madinah dan Mekkah.

Ketepatan jadwal penerbangan haji sangat berkaitan dengan masa tinggal jamaah, kapasitas, dan rotasi jamaah di asrama haji. Terlebih lagi layanan di Arab Saudi yang telah dikontrak untuk melayani jamaah haji sesuai jadwal, menjadi tidak efisien.

Imbauan dan Larangan

Di bagian lain Kemenag mengimbau jamaah tidak swafoto atau selfie di sekitar kakbah secara berlebihan. Pesan itu disampaikan Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta kemarin. Dia mengatakan aktivitas selfie itu bisa mengganggu kekhusyukan jemaah lainnya.

Fauzin menegaskan, di antara larangan keras yang perlu diperhatikan jamaah di area Masjidilharam adalah membentangkan spanduk untuk berfoto bersama. Kemudian selfie di depan Kabah dengan benda-benda yang menyerupai manusia, hewan, seperti wayang, dan sejenisnya. “Bila melanggar larangan tersebut akan berakibat hokum dari otoritas keamanan Arab Saudi,” tegas Fauzin.

Petugas atau panitia haji terus mengingatkan jemaah agar fokus beribadah selama berada di Masjidilharam. Dia juga mengatakan cuaca di Madinah saat ini berkisar 30-39 derajat celcius dan di Mekkah 31-43 derajat celcius. Temperatur Kota Mekkah yang lebih panas, Fauzin minta para jamaah khususnya jamaah lanjut usia untuk membatasi aktivitas di luar hotel dan masjid.

Sementara itu Kapuskes Haji Kementerian Kesehatan Liliek Mahendrosusilo menyatakan bahwa jamaah haji dengan risiko tinggi (risti) 75,37 persen. “Jamaah ini berusia 60 tahun ke atas yang punya komorbid atau tidak atau dibawah 60 tahun tapi punya komorbid,” ungkapnya.

Dia merincikan ada tiga daerah kerja yang dipantau. Pada daerah kerja Madinah ada 24.467 jamaah yang dirawat jalan di kloter dan 172 jamaah harus dirujuk. Sementara di Makkah ada 1223 jamaah yang dirawat jalan di kloter dan 13 jamaah dirujuk. Lalu di bandara ada 502 jamaah dirawat di kloter dan 165 dirujuk.

“Penyakit yang paling banyak diderita jamaah adalah kelelahan,” kata Liliek. Jumlahnya 5766 orang. Lalu hipertensi isensial, ISPA, myalgia atau nyeri otot, dan diabetes. Penyakit ini banyak dikonsultasikan di kloter.

Lalu ada 15 jamaah yang meninggal. Yang terbanyak dari embarkasi Surabaya sejumlah enam orang. Selain itu ada empat orang meninggal dari embarkasi Jakarta-Bekasi, tiga orang dari Solo, dan embarkasi Aceh serta Jakarta-Pondok Gede yang masing-masing satu orang. “2/3 yang meninggal adalah lansia,” katanya.

Penyakit terbanyak yang menyebabkan kematian adalah jantung iskemik, Aritmia jantung, dan pneumonia. Ada sedikit perbedaan saat layanan kesehatan di bandara Arab Saudi. Di sini, petugas kesehatan selain menemukan banyak kasus hipertensi juga menemukan banyak keluhan sakit kepala dan mabuk perjalanan. “Mungkin karena habis turun dari pesawat,” ujarnya.

Kemenkes sudah menyediakan obat dan perbekalan kesehatan sebanyak 6350 koli. Seluruhnya sudah didistribusikan ke daerah kerja. Liliek menyatakan jumlah ini masih cukup untuk penyelenggaraan ibadah haji. Mereka menggunakan layanan distribusi obat dan perbekalan kesehatan yang diantar tiap kloter.

Karena banyaknya jamaah lansia dan berisiko tinggi, maka ada beberapa inovasi yang dilakukan. Dokter spesialis diterjukan untuk medical check up di KKHI agar jamaah haji risti dapat mengetahui kondisi kesehatan terkini. Jamaah ristri juga dilakukan visitasi dan pemeriksaan. Setiap kloter ada 50 jamaah prioritas.

“Kami libatkan kepala regu atau kepala rombongan untuk mengawasi aktivitas jamaah lansia dan resiko tinggi kesehatan. Ini untuk mencegah kelelahan sebelum menuju Arofah,” kata Liliek.

Dekat dengan penginapan jamaah juga ditempatkan dokter spesialis. Tujuannya jika ada jamaah yang sakit, dokter ini bisa melakukan pemeriksaan. Jika memerlukan perawatan apakah cukup KKHI atau dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Semua untuk mencegah keparahan penyakit yang diderita jamaah. (wan/lyn/jpg) Editor : Novitri Selvia
#kementerian kesehatan #Liliek Mahendrosusilo #Saiful Mujab #Saudia Airlines #haji #siskohat