Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sepekan Jelang Keberangkatan, Seluruh Visa Jamaah Telah Terbit

jpg • Kamis, 16 April 2026 | 11:27 WIB
Dirut Garuda Indonesia Glenny Kairupan (kiri) mengecek kesiapan pesawat Garuda Indonesia di GMF AeorAsia, Bandara Soekarnk-Hatta, Tangerang, Rabu (15/4). (HANUNG HAMBARA/JPG)
Dirut Garuda Indonesia Glenny Kairupan (kiri) mengecek kesiapan pesawat Garuda Indonesia di GMF AeorAsia, Bandara Soekarnk-Hatta, Tangerang, Rabu (15/4). (HANUNG HAMBARA/JPG)

PADEK.JAWAPOS.COM - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf memastikan persiapan layanan haji 2026 hampir rampung 100 persen. Persiapan tersebut mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan bagi jemaah Indonesia.

Sepekan jelang keberangkatan kloter pertama, seluruh visa calon jemaah juga sudah keluar. “Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional akhir,” ujar Irfan dalam paparannya di Kantor Staf Presiden Jakarta kemarin (15/4).

Di Makkah, sebanyak 177 hotel disediakan di wilayah Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah. Sementara di Madinah disiapkan 100 hotel di kawasan Markaziyah sehingga jamaah cukup berjalan kaki menuju Masjid Nabawi.

Dari sisi konsumsi, pemerintah menyiapkan 51 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah. Transportasi juga dipastikan siap, mulai dari bus antarkota hingga layanan khusus.

“Bus Shalawat, yaitu bus yang berputar terus selama 24 jam dari penginapan pemondokan menuju Masjidil Haram, juga sudah kita siapkan,” kata Irfan.

Untuk layanan kesehatan, pemerintah menyediakan 40 klinik di Makkah dan lima klinik di Madinah. Setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi satu dokter dan satu tenaga kesehatan. Pemerintah juga bekerja sama dengan rumah sakit besar di Arab Saudi untuk mendukung layanan medis jemaah.

Pemerintah juga mematangkan kesiapan di dalam negeri melalui 16 embarkasi, termasuk dua tambahan baru. Salah satunya Embarkasi Yogjakarta. “Yogjakarta ini agak istimewa karena kami tidak menggunakan asrama haji, tapi hotel yang ada di dekat bandara. Ini pilot project embarkasi tanpa asrama haji,” ujarnya.

Arab Saudi, tambah Irfan, juga menambah layanan fast track. Sebelumnya di Embarkasi Jakarta (Soekarno-Hatta), Juanda, dan Solo, sekarang ada pula di Embarkasi Makassar.

Dengan layanan itu, jamaah bisa merasakan layanan dokumen keimigrasian Arab Saudi yang cepat. Setelah tiba di bandara Jeddah atau Madinah, jamaah fast track bisa langsung masuk bus tanpa harus melewati pemeriksaan imigrasi di sana.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyebutkan, pihaknya siap menambah personel di bandara. “Nantinya, layanan pemeriksaan dokumen imigrasi dilakukan di asrama haji, sehingga saat di bandara, jamaah tidak perlu menunggu lama,” katanya. (lyn/wan/ttg/jpg)

Editor : Adriyanto Syafril
#Haji 2026