PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah dan DPR melepas keberangkatan calon jamaah haji (CJH) kloter pertama dari Embarkasi Banten (JKB) menuju Arab Saudi kemarin (22/4). Jumlah CJH kloter perdana tersebut mencapai 387 orang yang didampingi 6 petugas dokter. Di tengah konflik di Timur Tengah, pemerintah memastikan akan menjamin keselamatan CJH.
Prosesi pelepasan jamaah dilakukan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Kepada para CJH Irfan berpesan agar mereka fokus dalam beribadah. “Urusan lain-lainnya pemerintah yang menangani. Itu sudah tugas kami,” ucapnya.
Menurut Irfan, tahun ini merupakan musim haji perdana yang diselenggarakan Kemenhaj. Pihaknya berupaya menjaga kualitas pelayanan tetap prima seperti sebelumnya, bahkan mengupayakan supaya berjalan lebih baik.
Selain itu, pemerintah memastikan akan menjaga keamanan dan keselamatan CJH di tengah konflik di Timur Tengah yang masih memanas. Kemenhaj terus berkoordinasi dengan pemerintah di Arab Saudi agar CJH mendapatkan kepastian perlindungan yang maksimal, sehingga bisa fokus dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji.
Irfan mengakui, situasi global saat ini menghadirkan kekhawatiran. Namun, dia optimistis penyelenggaraan haji akan berjalan lancar. “Pesan utama Presiden Prabowo adalah menjaga keamanan dan keselamatan jamaah haji,” tegasnya.
Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Pengawas Haji 2026 Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi sejumlah inovasi haji tahun ini, seperti pembagian kartu Nusuk sejak di Indonesia. Langkah tersebut memudahkan CJH, karena setibanya di Saudi, mereka tidak perlu lagi menunggu lama. “Juga sebagai antisipasi supaya tidak ada CJH satu keluarga atau satu rombongan yang terpisah hotel,” katanya.
Politisi Gerindra itu juga menyambut baik penambahan layanan fast track, salah satunya di Embarkasi Makassar. Saat ini, ada empat Embarkasi yang menerapkan fast track dengan persentase CJH sekitar 60 persen.
Salah satu CJH, Agus Hasanudin, 47, mengaku sudah siap berangkat ke Tanah Suci. “Alhamdulillah, persiapan sudah cukup, termasuk kesehatan,” kata Warga Cipondoh, Kota Tangerang itu.
CJH Ilegal
Petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta berhasil mencegah 13 orang CJH ilegal di Terminal 3 pada 18-19 April 2026. Mereka tak diizinkan terbang karena tidak bisa menunjukkan visa haji resmi. Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Galih P. Kartika Perdhana menjelaskan, pencegahan merupakan bagian dari upaya memastikan kepatuhan prosedur keimigrasian dan melindungi masyarakat.
“Ini bagian dari upaya preventif untuk melindungi masyarakat dari potensi permasalahan hukum dan risiko di negara tujuan,” ujarnya.
Dari pengawasan, petugas menemukan delapan WNI hendak berangkat ke Jeddah, Arab Saudi menggunakan visa kerja. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, mereka mengakui tujuan sebenarnya adalah menunaikan ibadah haji tanpa melalui prosedur resmi. (wan/ian/dya/aph/jpg)
Editor : Adriyanto Syafril