PADEK.JAWAPOS.COM—Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana untuk pertama kalinya sejak menjabat mengunjungi Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dan menyatakan kekagumannya terhadap keindahan serta nilai sejarah kota tersebut.
“Luar biasa indahnya Bukittinggi. Kami datang untuk melihat langsung potensinya, termasuk sebagai kandidat nominasi Wonderful Indonesia,” ujar Widiyanti, sebagaimana rilis Pemprov Sumbar yang diterima Padang Ekspres.
Ia menegaskan Kementerian Pariwisata siap mendukung promosi destinasi unggulan daerah agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Kunjungan tersebut didampingi Anggota DPD RI Irman Gusman dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Dalam kesempatan itu, Widiyanti menyoroti posisi penting Bukittinggi dalam sejarah bangsa yang perlu dijaga sebagai identitas sekaligus daya tarik wisata.
Mahyeldi juga menyinggung peluang Jam Gadang untuk didorong menuju pengakuan internasional, termasuk UNESCO. Namun, pemerintah daerah saat ini masih memfokuskan penyelesaian pengusulan Geopark Silokek.
Dua Hari Kunjungan
Kunjungan Menteri Pariwisata ke Sumatera Barat berlangsung selama dua hari dengan agenda meninjau sejumlah destinasi wisata serta membahas pengembangan sektor pariwisata daerah.
Di Kota Padang, Widiyanti meninjau Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Selain itu, Mahyeldi menyampaikan sejumlah agenda strategis untuk didiskusikan bersama pemerintah pusat.
Salah satu pembahasan utama adalah rencana penambahan landasan pacu bandara di Mentawai sepanjang sekitar 400 meter. Mahyeldi menyebut dukungan pemerintah pusat akan berdampak besar bagi pengembangan pariwisata, khususnya di Kepulauan Mentawai.
Dalam kesempatan yang sama, Mahyeldi memastikan ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) direncanakan kembali digelar pada 2027 setelah sempat vakum.
“Insya Allah itu sudah kita agendakan pada 2027 mendatang,” kata Mahyeldi.
Widiyanti menyatakan kunjungannya bertujuan untuk mendengar langsung kebutuhan dan masukan dari pemerintah daerah, pelaku industri, serta dinas terkait. Ia menekankan pengembangan pariwisata harus dilakukan secara terintegrasi, termasuk kesiapan infrastruktur dan akomodasi.
“Contohnya di Mentawai membutuhkan penambahan landasan terbang 400 meter sehingga pesawat besar bisa datang lebih banyak lagi. Tapi itu saja tidak cukup, daya dukung hotel dan kamar juga harus siap,” jelasnya.
Selain itu, pengembangan wisata gastronomi juga menjadi perhatian Kementerian Pariwisata. Ia menyebut Kota Padang sedang diajukan ke UNESCO sebagai pusat gastronomi dunia.
Dorong Kembalinya TdS
Anggota DPD RI Irman Gusman menyampaikan pihaknya terus mengawal agar Tour de Singkarak kembali masuk dalam kalender nasional. Menurutnya, ajang tersebut menjadi strategi untuk memperkuat citra pariwisata Sumatera Barat di tingkat global.
“Kita mendorong TdS terselenggara kembali sebagai upaya memperkuat citra pariwisata Sumbar,” ujar Irman.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur, termasuk pembangunan jalan dan fasilitas umum di Sumatera Barat.
Sementara itu, Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menyatakan pihaknya tengah melakukan sinkronisasi data dan langkah strategis lintas lembaga. Hal ini dilakukan untuk memastikan TdS kembali hadir sebagai ajang berkelas internasional.(ant)
Editor : Adriyanto Syafril