Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pengakuan WNI yang Diculik Israel: "Kami Diperlakukan seperti Hewan"

jpg • Senin, 25 Mei 2026 | 09:10 WIB
Toudy Badai, relawan GSF lainnya, berpelukan dengan kerabat. (HANUNG HAMBARA/JPG)
Toudy Badai, relawan GSF, berpelukan dengan kerabat. (HANUNG HAMBARA/JPG)

PADEK.JAWAPOS.COM - Para aktivis/relawan Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) bersaksi betapa tidak manusiawinya Israel memperlakukan mereka. Tak terkecuali sembilan aktivis Indonesia yang kemarin (24/5) tiba kembali di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

“Kami diperlakukan seperti hewan,” ungkap Herman Budianto Sudarsono, relawan Dompet Dhuafa, salah seorang dari sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta GSF yang ikut diculik Israel, setibanya di Soetta.

Setelah membajak keseluruhan 50 kapal GSF yang menuju Jalur Gaza, Palestina, pada Senin (18/5) dan Selasa (19/5) pekan lalu, Pasukan Pertahanan Israel kemudian membawa lebih dari 400 aktivis dari 44 negara yang mereka culik ke Ashdod.

Selama dibawa di atas kapal sampai interogasi di darat inilah kekerasan dalam beragam bentuk dialami para relawan.

Herman menyebut, ada relawan yang mengalami penyiksaan sampai cedera atau luka akibat buruknya perlakuan militer Israel. Di antaranya harus berjalan merangkak, tidur di lantai tanpa alas, bahkan ada yang tidur dalam keadaan baju masih basah.

Namun, Herman menggarisbawahi, apa yang mereka alami tidak sebanding dengan penderitaan rakyat Palestina. Dia juga menyebut, relawan yang ditangkap Israel bukan lantas yang paling berjasa. Perjuangan untuk kemerdekaan Palestina harus tetap dikawal berbagai pihak.

Penegasan serupa disampaikan jurnalis Tempo Andre Nugroho Prasetyo yang juga ikut dalam rombongan GSF. “Saya bakal kasih lihat ke dunia bahwa penjajahan Israel ke Palestina masih terjadi,” kata Andre yang disambut orang tua dan sejumlah petinggi media tempatnya bekerja di Soetta.

Warsono, ayah Andre, bersyukur anaknya tiba dengan selamat. Dia menceritakan, sebelum berangkat, sang anak sudah memberitahu bahwa medan yang akan diliput adalah zona merah sehingga risikonya sangat besar.

“Saya terharu. Tekad anak saya sangat besar,” jelasnya.

Kedatangan sembilan WNI itu juga disambut Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Dia bersyukur, lewat upaya diplomasi dan negosiasi, akhirnya sembilan WNI bisa dibebaskan dan pulang ke tanah air dengan selamat.

Sugiono menambahkan, Indonesia bakal terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina lewat jalur diplomasi. Solusi dua negara (two-state solution) tetap jadi pijakan. (wan/ttg/jpg)

Editor : Adriyanto Syafril
#Global Sumud Flotilla #WNI diculik israel #relawan GSF #Misi Kemanusiaan WNI #Pengakuan WNI