Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Listrik Sumatera Byarpet, Pelaku UMKM Terpukul, PLN Klaim Pemulihan Kelistrikan Sudah Berjalan

jpg • Senin, 25 Mei 2026 | 06:46 WIB
Pedagang menggunakan lilin untuk penerang saat listrik padam di Nagari Kasang, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (23/5). Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah daerah di Sumatera sehari sebelumnya. Namun khusus Sumbar, PLN mengklaim, telah kembali normal. (FITRA YOGI /ANTRA FOTO)
Pedagang menggunakan lilin untuk penerang saat listrik padam di Nagari Kasang, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (23/5). (FITRA YOGI /ANTARA FOTO)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah Sumatera sejak Jumat (22/5) malam. Hingga kemarin, pasokan listrik masih kerap byarpet atau mati-hidup mendadak. Kondisi itu mengganggu aktivitas warga dan memukul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di Sumatera Utara, keluhan disampaikan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut. Mereka menilai blackout atau pemadaman listrik massal telah mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor UMKM.

Ketua Apindo Sumut Haposan Sialagan mengatakan, kerugian akibat gangguan pasokan listrik tidak bisa dianggap kecil karena dampaknya dirasakan hampir di seluruh lini usaha.

“Kerugian akibat pemadaman listrik ini sangat besar, khususnya bagi UMKM. Memang belum bisa dihitung secara pasti, tetapi nilainya jelas tidak kecil,” ujar Haposan kepada Sumut Pos (grup Padang Ekspres), kemarin (24/5).

Menurut dia, usaha kecil menjadi kelompok paling rentan terdampak. Sebab, sebagian besar tidak memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan.

Akibatnya, banyak usaha terpaksa menghentikan operasional sementara. Kafe, warung kopi, hingga pedagang kaki lima di sejumlah titik Kota Medan disebut mengalami penurunan aktivitas drastis sejak listrik padam berjam-jam.

“Banyak kafe akhirnya tutup sementara. UMKM di pinggir jalan juga tidak bisa berjualan seperti biasa,” katanya.

Sementara itu, sektor industri berskala besar masih dapat bertahan dengan mengandalkan genset. Namun, kondisi tersebut menambah biaya operasional  karena penggunaan genset dalam waktu panjang membutuhkan tambahan bahan bakar dan perawatan mesin.

Apindo Sumut meminta pemulihan listrik menjadi prioritas pemerintah dan PT PLN (Persero). Haposan mengingatkan, jika blackout berlangsung lebih lama, dampaknya bisa meluas terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Di Pekanbaru, sebagian warga memilih menginap di hotel saat listrik padam, Sabtu (23/5). Pantauan Riau Pos (grup Padang Ekspres), sejumlah hotel di kawasan Jalan Sudirman, Tuanku Tambusai, dan Jalan Ahmad Yani ramai didatangi tamu sejak Jumat (22/5) malam.

Beberapa tamu hotel mengaku memilih tinggal di hotel karena kesulitan air bersih dan suhu udara yang panas.

“Anak-anak rewel kalau kepanasan, tapi masalah air yang utama. Ya anggap saja lagi libur akhir pekan,” kata Galuh Mananta, 27, warga Sukajadi.

Sebagian warga lainnya memilih menghabiskan waktu di mal sambil menunggu listrik kembali menyala. Hal itu dilakukan Nada, warga Panam, yang mengaku datang ke mal untuk “ngadem”.

“Listrik di rumah padam lagi. Tadi malam sempat nyala, tapi siang ini padam lagi. Kami jadinya ngungsi ke mal biar lebih dingin,” ujarnya.

Warga Borong Lampu Emergency

Di Padang, aksi Borong lampu emergency terjadi di toko-toko listrik, di Pasar Raya Padang dalam Dua hari terakhir. “Pada hari pertama, langsung banyak yang beli,” kata Fadel Muhammad, pedagang Dari toko Sinar Terang Baru, kepada Padang Ekspres, Minggu (24,5).

Ia menyebut, aksi Borong telah dilakukan sejak pagi hari Sabtu. “Mungkin karena terkejut adanya pemadaman,” sebutnya.

Namun aksi itu tidak terjadi kemarin, pembelian tidak berlangsung sebanyak hari pertama. Jumlahnya sudah sangat berkurang nyaris kembali normal pada hari biasa. Penjualan lampu emergency pada hari biasa hanya sebagian kecil, dibandingkan lampu biasa.

Ketika ditanyakan bagaiaman penjualan ini melebih penjualan beberapa waktu lalu ketika terjadi blackout, Fadel mengungkapkan, penjualan saat itu lebih banyak, karena pemadaman dilakukan bergilir di beberapa daerah dan berlangsung lebih lama.

Selain lampu emergency, masyarakat juga membeli kipas angin portable. Pembelian itu diperkirakan untuk mengusir nyamuk di malam hari sekaligus menyejukan kamar.

Kementerian ESDM Turun Tangan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) memastikan pemulihan pasokan listrik dilakukan maksimal agar aktivitas masyarakat dan ekonomi segera kembali normal. Pemerintah juga menyoroti keandalan backbone kelistrikan Sumatera yang dinilai masih rentan terhadap gangguan besar.

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan, sejak awal kejadian pihaknya bersama Kementerian Sekretariat Negara terus berkoordinasi dengan PLN untuk memantau pemulihan sistem.

“Kementerian ESDM sebagai regulator dan pengawas subsektor ketenagalistrikan memberikan perhatian serius terhadap kejadian blackout ini. Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak,” kata Yuliot, Minggu (24/5).

Pemerintah juga menyiapkan investigasi menyeluruh untuk mencari akar persoalan blackout yang melumpuhkan sebagian sistem kelistrikan Sumatera.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno mengatakan, pemerintah telah menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan sejak awal gangguan terjadi.

Blackout kali ini sekaligus memunculkan evaluasi terhadap ketahanan jaringan transmisi utama di Sumatera. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta PLN memperkuat backbone sistem kelistrikan melalui pembangunan jaringan transmisi 500 kV dan 275 kV serta penguatan subsistem di tiap provinsi.

PLN juga diminta menyiapkan pembangkit dan infrastruktur blackstart untuk mempercepat pemulihan sistem jika terjadi gangguan besar. “Bapak Menteri ESDM memberikan arahan kepada kami untuk memastikan percepatan pembangunan pembangkit di wilayah Sumatera bagian barat berjalan baik,” ujar Tri.

Kronologi Pemadaman Listrik

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut, awal gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang diduga terdampak cuaca buruk. Gangguan itu kemudian memicu efek domino pada sistem interkoneksi Sumatera dan berdampak pada sejumlah pembangkit di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Namun, kemarin dia menyatakan bahwa proses pemulihan telah berjalan. Hingga Minggu (24/5) pukul 06.00 WIB, seluruh gardu induk yang terdampak disebut telah kembali beroperasi.

Pemulihan dilakukan secara bertahap, mulai dari jaringan transmisi, gardu induk, hingga pembangkit listrik. PLN juga mulai menormalkan distribusi listrik ke berbagai wilayah di Sumatera yang sempat mengalami blackout. Darmawan mengatakan, penormalan sistem dilakukan bersama pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan di daerah.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa henti seluruh personel di lapangan serta dukungan dari Kementerian ESDM dan berbagai pihak di daerah, sistem kelistrikan Sumatera kini telah kembali normal. Pelanggan yang sempat terdampak saat ini kembali mendapatkan pasokan listrik secara bertahap,” ujar Darmawan.

Proses pemulihan tidak hanya dilakukan dengan menghidupkan kembali jaringan transmisi, tetapi juga melalui sinkronisasi bertahap pembangkit listrik ke sistem interkoneksi Sumatera. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan dan kestabilan sistem agar gangguan tidak kembali meluas saat beban listrik dinaikkan. (tep/bry/san/han/sol/end/oni/jpg)

Editor : Adriyanto Syafril
#listik padam Sumatera #byarpet #umkm #pln #PLN UID Sumbar