PADEK.JAWAPOS.COM -- Konflik Israel dan Iran kembali meledak. Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah kota di Iran kemarin (8/6). Serangan tersebut dilakukan hanya beberapa jam setelah Teheran menembakkan rudal dan roket ke wilayah utara Negeri Yahudi itu.
Adu senjata pertama antara kedua negara ini terjadi sejak Iran dan Amerika Serikat (AS) menyepakati gencatan senjata pada 8 April lalu. Mengutip The Guardian, ledakan di Iran terjadi di Teheran, Isfahan, Karaj, dan Tabriz kemarin (8/6) dini hari.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas Iran langsung menutup wilayah udara di sekitar Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran. Hingga kemarin siang waktu setempat belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.
Baca Juga: Sehari, Tiga Rumah Ludes Terbakar
Di sisi lain, militer Israel menyebut seluruh rudal dan roket Iran berhasil dicegat sistem pertahanan udara atau jatuh di area terbuka sehingga tidak menimbulkan korban.
Adapun Teheran menegaskan bahwa serangan mereka merupakan respons langsung atas operasi militer Israel di Lebanon, khususnya serangan terhadap kawasan Dahieh di pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah, kelompok yang mereka dukung.
IRGC menyebut bahwa serangan tersebut merupakan awal dari serangan penuh sepekan ke depan. Mereka juga mengklaim wilayah udara kawasan di Lebanon yang diduduki Israel.
Kepala Komando Khatam al-Anbiya Iran Jenderal Ali Abollahi memperingatkan bahwa Teheran siap meningkatkan serangan jika Israel terus menggempur Lebanon atau membalas aksi Iran.
“Tentara Israel harus menghentikan serangannya di Lebanon selatan dan pinggiran kota. Jika mereka memperluas serangannya ke wilayah itu atau menanggapi tindakan Iran, mereka akan menghadapi pukulan yang lebih dahsyat dan disesalkan,” kata Abollahi seperti dikutip dari Middle East Eye.
Baca Juga: Studi Vokasi Memotivasi dan Menginspirasi
Ancam Perundingan
Dari Washington DC, Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengaku tidak senang dengan serangan Israel ke Beirut. Sebab, serangan tersebut disebutnya mengganggu proses negosiasi antara AS dan Iran.
Trump mengungkapkan, serangan Israel di Beirut tidak dikoordinasikan dengan Washington. Dia pun meminta kedua pihak menahan diri. “Serangan rudal Iran juga tidak membantu upaya diplomasi yang sedang berlangsung,” bebernya.
Menurut seorang pejabat senior Amerika yang tidak disebut namanya, Trump sempat menelepon Netanyahu pada Minggu malam dan meminta Israel tidak langsung membalas serangan Iran.
“Trump berhasil membuat Bibi (sapaan akrab Netanyahu, red) menahan diri untuk sementara waktu,” kata pejabat tersebut.
Namun, beberapa jam kemudian, Israel tetap melancarkan serangan ke wilayah Iran. Kini kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan meluasnya perang juga mendorong lonjakan harga minyak dunia.
Harga minyak mentah Brent naik USD 3,50 menjadi USD 96,59 per barel pada perdagangan kemarin. Bursa saham Asia turut melemah karena investor khawatir konflik dapat mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah. (lyn/ttg/jpg)
Editor : Adriyanto Syafril